MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu - Artz Brilliant Perfecto Tanujaya atlet Jujitsu asal Magetan yang mewakili Jatim pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh - Sumut 2024 berhasil menyabet medali emas, Rabu (18/9/2024).
Perolehan emas tersebut diraihnya dengan menaklukan lawan yang sulit, hingga drama tanding ulang di final saat melawan Atlet dari Kalimantan Timur.
Ruang Martial Arts Arenaz, Komplek Sumut Sport Center, Deli Serdang, Sumut menjadi saksi perjuangannya meraih kemenangan di kategori -77 kilogram fighting system.
“Ini pertama kalinya saya mengikuti PON dan meraih medali emas. Rasanya bahagia dan tidak menyangka,” ujar Artz Brilliant Perfecto Tanujaya, 21 warga Kecamatan Kawedanan, Atlet Jujitsu Jatim asal Magetan, kemarin (19/8/2024).
Shen sapaan akrab Artz Brilliant Perfecto Tanujaya menambahkan pertandingan sulit karena dalam sehari ia harus bertanding di tiga sesi, ditambah ada pertandingan ulang di sesi ketiga.
Sesi pertama ia harus berlawan dengan atlet Sumut, lalu sesi kedua melawan atlet Jawa Tengah dan sesi ketiga melawan Kaltim.
“Namun begitu, hasil akhirnya saya mewakili Jatim berhasil meraih medali emas, Kaltim meraih medali perak dan Jateng meraih medali Perunggu,” imbuh putra pasangan Hermanto Tanujaya dan Heny Soegianto.
Dalam laga ulang di final yang dramatis itu dilakukan guna memutuskan peraih medali emas kategori -77 kilogram fighting system.
Ketika final diulang, poin Shen atau Artz sempat dibawah dari Muhammad Irfan Fauzi atlet Kaltim.
Baca Juga: 15 Perlengkapan Wajib yang Harus Dibawa Saat Mendaki Gunung, Ini Panduan Lengkapnya
Namun saat waktu pertandingan hendak berakhir yang tersisa dua detik, nilai Shen langsung menggungguli Irfan dengan Skor 8-6.
Atlet Jatim tersebut menggungguli Kaltim karena atlet Kaltim mendapat pelanggaran.
Di waktu yang tersisa dua menit itu Irfan menindis Shen, namun saat wasit meminta untuk melanjutkan kembali pertandingan, Irfan berdiri dan langsung bertepuk tangan serta memberikan selamat pada Shen.
“Pertandingan ini cukup melelahkan, saya juga sempat nervous syukurlah hasilnya memusakan,” paparnya.
Diketahui, ia menjadi atlet Jujitsu dimulai dengan coba- coba sejak masa covid tahun 2020- 2021.
Banyak medali sebelumnya terah diraihnya di ajang Proprov. Semoga keberhasilannya ini mampu memotivasi atlet lainnya untuk lebih semangat.
“Dalam pertandingan tidak ada yang mudah, tips dan triknya hanya semangat latihan,” pungkasnya. (ril/kid)