Jawa Pos Radar Lawu - Pertandingan 8 besar PON XXI 2024 antara Aceh dan Sulawesi Tengah (Sulteng) diwarnai insiden besar yang melibatkan pemukulan wasit oleh pemain Sulawesi Tengah, Muhammad Rizki.
Wasit Eko Agus Sugiharto menjadi korban saat memberikan keputusan penalti yang dianggap kontroversial di menit-menit akhir.
Dalam laga tersebut, Sulteng mendapatkan dua kartu merah, membuat mereka harus bermain dengan sembilan pemain.
Setelah insiden pemukulan wasit, pertandingan terhenti sementara, namun dilanjutkan kembali dengan wasit pengganti.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memastikan pihaknya akan melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden ini.
Erick Thohir menegaskan bahwa siapa pun yang terbukti melanggar aturan fair play akan dikenakan sanksi berat.
Pernyataan ini menekankan komitmen PSSI dalam menjaga integritas pertandingan dan tidak menoleransi tindakan yang mencederai prinsip fair play.
Dalam pernyataannya, Erick Thohir mengatakan, "Tidak ada toleransi bagi pihak yang dengan sengaja melanggar komitmen fair play," ujar Erick Thohir.
"Sanksi ini bukan sekadar hukuman, melainkan bentuk sikap tegas sepak bola Indonesia terhadap segala bentuk pelanggaran," tegasnya.
Laga tersebut berakhir dengan skor 1-1 setelah Aceh berhasil menyamakan kedudukan lewat penalti kedua yang diberikan setelah insiden handball pemain Sulteng.
Namun, drama tidak berakhir di situ. Tim Sulteng diduga memutuskan untuk mengundurkan diri atau walkover (WO) ketika laga hendak memasuki babak perpanjangan waktu. (kid)
Editor : Nur Wachid