Jawa Pos Radar Lawu - Pertandingan sepak bola 8 besar PON XXI 2024 antara Aceh dan Sulawesi Tengah (Sulteng) berakhir dengan kontroversi.
Puncaknya saat Muhammad Rizki, pemain Sulawesi Tengah, memukul wasit Eko Agus Sugiharto.
Berikut 5 kejanggalan pemukulan dan keputusan wasit Eko Agus Sugiharto yang memicu emosi para pemain Sulteng.
1. Kartu Merah Bertubi-tubi Laga Aceh vs Sulteng
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, Sulteng sudah dirugikan dengan dua kartu merah pada menit ke-74 dan 84.
Kondisi ini membuat tim harus bermain hanya dengan sembilan pemain, yang memengaruhi ritme permainan dan meningkatkan frustrasi.
2. Penalti di Waktu Tambahan Laga Aceh vs Sulteng
Puncak ketegangan terjadi pada menit 90+6 saat wasit Eko Agus Sugiharto memberikan penalti kepada Aceh.
Keputusan ini dianggap kontroversial oleh tim Sulawesi Tengah, terutama karena dalam tayangan ulang terlihat bahwa tekel pemain Sulteng di dalam kotak penalti adalah bersih.
Baca Juga: Profil Muhammad Rizki, Pemain Sulteng yang Pukul Wasit di Laga 8 Besar PON XXI 2024 Kontra Aceh
3. Tayangan Ulang Tak Mendukung, Laga Panas Aceh vs Sulteng
Tayangan ulang memperlihatkan bahwa keputusan wasit untuk memberikan penalti dianggap meragukan oleh banyak pihak.
Situasi tersebut membuat para pemain Sulawesi Tengah semakin geram, merasa bahwa wasit tidak adil dalam memimpin pertandingan.
4. Bogem Muhammad Rizki kepada Wasit Eko Agus Sugiharto
Emosi tak terkendali saat Muhammad Rizki, yang sudah merasa tertekan, memukul wasit sebagai protes terhadap keputusan penalti.
Tindakan ini menyebabkan wasit harus dilarikan ke IGD, mengakibatkan pertandingan terhenti sejenak.
5. Pengunduran Diri Sulteng
Setelah insiden pemukulan, Sulawesi Tengah dilaporkan memilih untuk walkover (WO) daripada melanjutkan babak tambahan, mengakhiri pertandingan dengan skor imbang 1-1.
Keputusan ini membuat Aceh secara otomatis lolos ke babak semifinal, meninggalkan kontroversi besar di balik laga. (kid)
Editor : Nur Wachid