Jawa Pos Radar Lawu – Sambil menahan sakit dari cidera minekus dan ACL, atlet kelahiran tahun 1999 ini berhasil mencatat sejarah pertama sebagai pesenam pertama yang membawa nama Indonesia ke Olimpiade paris 2024.
Inilah beberapa fakta tentang Rifda Irfanaluthfi wanita yang gigih dan inspiratif.
Konsisten pada olahraga senam sejak kecil
Untuk menjadi seorang atlet membutuhkan kedisiplinan, kerja keras dan juga konsistensi yang tinggi. Ini sudah tertanam pada diri rifda sejak kecil.
Sejak tahun 2014 Riffda sudah memulai karir profesional sebagai gymnast.
Pada tahun 2007, Rifda sudah mengikuti seleksi O2SN DKI Jakarta, pada saat itu usia Rifda masih 8 tahun.
Berkat dukungan dari kedua orangtuanya, akhirnya Rifda bisa sampai dititik yang sekarang ini. Bisa membawa nama Negara Indonesia ke Olimpiade Paris.
Borong emas di PON pada tahun 2016 dan 2021
Kerja keras Rifda membuahkan hasil yang tidak sia-sia. Pulang langsung membawa 4 mendali sekalian.
Tiga mendali emas dan satu mendali perak di PON 2016 untuk nomor all arround, vault dan floor exercise. Pada tahun 2021 juga mendapatkan hal yang sama persis pada PON 2016 dengan empat mendali emas.
Mimpi masa kecil bisa terwujud, berlomba di oalimpiade
Bersinar di kancah nasional, Rifda terus mendorong potensi yang ada pada dirinya di berbagai perlombaan tingkat internasional hingga kejuaran dunia.
Mulai dari SEA Games, Asian Championship, Doha Wolrld Cup hingga world Championship 2023 yang membaanya hingga ke Paris 2024. Mengutip dari NOC Indonesia, Olimpiade ini adalah cita-cita yang sudah di impikan Rifda sejak kecil.
Berkali – kali bangkit dari cidera
cidera meniskus dan ACL di olimpiade paris bukanlah yang pertama bagi atlet usia 24 tahun ini. Di tahun 2020 sudah pernah mengalami retak bagian tulang betis sebelah kiri.
Awal mula yang dikira cuma otot kaki yang ketarik, tetapi lama kelamaan muncul benjolan dan untuk berdiri saja tidak bisa. Setelah bertanding di PON akhirnya Rifda memberanikan diri untuk rontgen.
Tidak hanya berhenti disitu, Rifda terus bangkit untuk bisa melanjutkan perjaunagnnya hingga akhirnya bisa lolos kualifikasi Olimpiade Paris tahun 2023.
Setelah menuntaskan penampilan di Bercy Arena, atlet 24 tahun ini kembali mencatat sejarah dan kembali ke tanah air untuk melakukan operasi pemulihan ACL. (*)
Editor : Riana M.