Jawa Pos Radar Lawu - Kabar duka datang dari dunia sepak bola Indonesia. Mantan pemain Timnas Indonesia, Jajang Paliama, meninggal dunia.
Jajang Paliama meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Maron, Kediri, Sabtu (11/5). Kabar duka ini disampaikan melalui akun resmi Instagram Persik Kediri, tempat Jajang pernah bermain.
Jajang Paliama mengalami kecelakaan lalu lintas di daerah Maron, Banyakan, Kabupaten Kediri. Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, beberapa saat setelah Jajang meninggalkan lapangan usai mengawal anak didiknya.
Jajang Paliama, yang saat itu menjabat sebagai pelatih SSB Triple's Kediri, baru saja selesai mengawal timnya bermain di Liga TopSkor Kediri di Stadion Banyakan. Setelah pertandingan, Jajang pulang dengan mengendarai sepeda motor.
Jajang Paliama Mujianto atau lebih dikenal sebagai Jajang Paliama merupakan pemain sepak bola Indonesia kelahiran Kediri, Jawa Timur, pada 6 Juni 1984.
Dia dikenal sebagai pemain gelandang yang pernah menjadi bagian dari timnas Indonesia.
Ia telah bermain di sejumlah klub sepak bola Indonesia. Pada awal 2004 Dia mengawali karier sebagai pemain bola profesional dengan bergabung bersama PSMP Mojokerto.
Bersama PSMP Mojokerto, Jajang merumput selama dua musim. Pada Januari 2006, Jajang memutuskan untuk bergabung dengan Persid di Jember, Jawa Timur.
Tidak berhenti di sana, pada Juli 2008, dia bergabung dengan Persibo Bojonegoro, klub sepak bola yang berbasis di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Jajang menghabiskan waktu sekitar empat tahun sebelum akhirnya berpindah ke klub Semen Padang pada Juli 2012.
Selama dua setengah tahun, Jajang membela Semen Padang sebelum akhirnya berpindah ke Persepam Madura United pada Januari 2015.
Selama membela Semen Padang, Jajang juga turut merasakan panggung internasional dengan tampil dalam Piala AFC pada 2013.
Jajang pernah dipanggil untuk bergabung dengan timnas Indonesia. Panggilan tersebut terjadi pada 2012, saat Jajang tampil dalam laga uji coba timnas Indonesia melawan Korea Utara.
Meski hanya bermain selama 11 menit, namun pengalamannya bersama timnas tetap menjadi bagian penting dalam karier sepak bolanya. (kid)
Editor : Nur Wachid