Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Puluhan Siswa SD-SMP Wonogiri Raih Nilai Sempurna TKA 2026, Bukti Pemerataan Pendidikan Mulai Terwujud

Mizan Ahsani • Jumat, 5 Juni 2026 | 12:30 WIB
Ilustrasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri, Sriyanto
Ilustrasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri, Sriyanto, mengungkapkan bahwa perolehan nilai tertinggi kini tidak lagi didominasi oleh sekolah di wilayah perkotaan.

Jawa Pos Radar Lawu - Puluhan siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Wonogiri berhasil meraih nilai sempurna 100 dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026.

Capaian ini menjadi indikator positif bahwa kualitas pendidikan di wilayah tersebut mulai merata.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri, Sriyanto, mengungkapkan bahwa perolehan nilai tertinggi kini tidak lagi didominasi oleh sekolah di wilayah perkotaan.

Sebaliknya, siswa dari daerah pelosok juga mampu menunjukkan prestasi yang sama.

Baca Juga: Daftar 69 Mata Pelajaran Pilihan TKA SMA/SMK 2026, Siswa Hanya Pilih 2 Mapel

Nilai Sempurna Tersebar Hingga Pelosok

Berdasarkan data sementara hingga akhir Mei 2026, terdapat:

3 siswa SD meraih nilai 100 pada mata pelajaran Matematika
32 siswa SD meraih nilai 100 pada Bahasa Indonesia
13 siswa SMP meraih nilai 100 pada Bahasa Indonesia

Sementara itu, untuk jenjang SMP pada mata pelajaran Matematika, belum terdapat siswa yang mencapai nilai sempurna berdasarkan data yang masuk sejauh ini.

Namun, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses rekapitulasi nilai masih berlangsung.

Sriyanto menegaskan bahwa persebaran siswa berprestasi ini menjadi sinyal positif bagi dunia pendidikan di Wonogiri.

“Peraih nilai 100 tidak hanya dari sekolah kota, tapi juga dari wilayah pinggiran. Ini menunjukkan kualitas pembelajaran mulai merata,” ujarnya.

Dampak Sistem Zonasi Mulai Terlihat

Menurut Disdikbud, capaian ini tidak lepas dari implementasi sistem zonasi yang telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir.

Sistem tersebut dinilai mampu mendorong pemerataan kualitas pendidikan di berbagai wilayah.

Dengan sistem zonasi, siswa tidak lagi terkonsentrasi di sekolah favorit di pusat kota.

Hal ini berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah pinggiran.

“Ini artinya pola zonasi mulai berjalan efektif. Murid di pelosok juga bisa bersaing dan meraih nilai maksimal,” tambah Sriyanto.

TKA Jadi Penentu Seleksi SPMB

Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan asesmen wajib bagi siswa SD dan SMP di seluruh Indonesia.

Hasil tes ini akan menjadi salah satu komponen utama dalam perhitungan Nilai Akhir (NA) untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ke jenjang berikutnya.

Meski demikian, Disdikbud Wonogiri masih belum merilis rata-rata nilai TKA secara keseluruhan.

Hal ini karena proses sinkronisasi data dari masing-masing sekolah masih berlangsung.

Baca Juga: Hasil TKA SD dan SMP 2026 Resmi Diumumkan Hari Ini, Ini Cara Membaca Nilai dan Fungsi SHTKA

Pemerataan Pendidikan Jadi Harapan Baru

Capaian puluhan siswa dengan nilai sempurna ini menjadi harapan baru bagi pemerataan pendidikan di Wonogiri.

Tidak hanya menunjukkan peningkatan kualitas akademik, tetapi juga membuktikan bahwa akses pendidikan yang baik kini mulai dirasakan secara lebih luas.

Baca Juga: AN dan TKA Resmi Digabung 2026, Siswa Cukup Sekali Ujian untuk Dua Fungsi Sekaligus

Dengan tren positif ini, Disdikbud optimistis kualitas pendidikan di Wonogiri akan terus meningkat dan semakin merata di masa mendatang.(*)

*Nizaria Kusumastuti, Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#Hasil TKA #nilai TKA 100 #Sekolah Pelosok #Disdikbud #Tes Kemampuan Akademik