Jawa Pos Radar Lawu - Kloter pertama jemaah haji tahun 2026 dijadwalkan tiba di Madinah, Arab Saudi, pada Rabu, 22 April 2026.
Kedatangan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini bagi jemaah Indonesia.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Haji dan Umrah, Budi Agung Nugroho, menyampaikan bahwa jemaah kloter pertama akan menggunakan skema fast track.
Skema ini memungkinkan proses keimigrasian di Bandara Madinah berlangsung lebih cepat dibandingkan prosedur reguler.
“Dengan skema fast track, penyambutan di bandara dilakukan secara singkat.
Penyambutan resmi akan dilaksanakan saat jemaah tiba di hotel di Madinah,” ujar Budi dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Skema Fast Track Permudah Proses Kedatangan
Penerapan fast track menjadi salah satu inovasi layanan untuk meningkatkan kenyamanan jemaah haji.
Dengan sistem ini, proses pemeriksaan dokumen keimigrasian dilakukan lebih efisien sehingga jemaah tidak perlu mengantre lama di bandara.
Selain itu, koordinasi dengan pihak syarikah juga dilakukan untuk memastikan alur kedatangan berjalan tertib.
Pengaturan pergerakan jemaah dari bandara menuju bus dilakukan secara terstruktur.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Sedih Kemenag Tak Lagi Kelola Haji di Tahun 2026, Ini Alasannya
Pergerakan Jemaah Diatur per Regu dan Rombongan
Untuk menjaga ketertiban, jemaah akan diarahkan berdasarkan regu dan rombongan sejak tiba di bandara hingga pembagian kamar hotel.
“Pergerakan jemaah diatur berdasarkan regu dan rombongan agar sejak dari bandara hingga pembagian kamar hotel tetap dalam satu kelompok. Ini penting untuk menjaga ketertiban,” jelas Budi.
Langkah ini juga bertujuan meminimalkan kebingungan serta memastikan setiap jemaah mendapatkan pelayanan yang optimal selama proses kedatangan.
Layanan Haji 2026 Dipastikan Siap
Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh layanan bagi jemaah di Arab Saudi telah siap.
Layanan tersebut mencakup akomodasi, konsumsi, hingga transportasi selama di Madinah.
Sebanyak 682 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari Jakarta juga telah ditempatkan di Daerah Kerja (Daker) Madinah serta bandara.
Mereka bertugas memastikan proses kedatangan hingga mobilisasi jemaah berjalan lancar.
Di sisi lain, penanganan bagasi juga mendapat perhatian khusus. Layanan khusus disiapkan agar barang bawaan jemaah dapat tiba dengan aman langsung ke hotel.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Sedih Kemenag Tak Lagi Kelola Haji di Tahun 2026, Ini Alasannya
Jemaah Jalani Ibadah Arbain di Madinah
Selama berada di Madinah, jemaah akan menjalani ibadah Arbain selama 8 hingga 9 hari.
Dalam periode tersebut, pemerintah menjamin kebutuhan konsumsi jemaah dengan total maksimal 27 kali makan.
Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Madinah, jemaah akan diberangkatkan ke Mekkah untuk mengikuti puncak ibadah haji.
Kesiapan layanan dan penerapan sistem fast track diharapkan dapat memberikan pengalaman ibadah yang lebih nyaman, tertib, dan lancar bagi seluruh jemaah haji Indonesia tahun 2026.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani