Jawa Pos Radar Lawu - Insiden menegangkan menimpa seorang bayi berusia 1,3 tahun yang nyaris kehilangan nyawa akibat hipotermia saat berada di jalur pendakian Gunung Ungaran, Jawa Tengah, Sabtu (11/4/2026).
Peristiwa ini viral di media sosial setelah beredar video dan informasi terkait proses penyelamatan korban oleh tim SAR di tengah cuaca ekstrem.
Kronologi Bayi Alami Hipotermia di Gunung Ungaran
Kejadian bermula ketika orang tua korban nekat mengajak sang bayi mendaki hingga kawasan puncak Bondolan sekitar pukul 14.00 WIB. Awalnya, perjalanan berlangsung normal tanpa kendala.
Namun situasi berubah drastis ketika cuaca di Gunung Ungaran tiba-tiba memburuk.
Hujan deras mengguyur jalur pendakian disertai suhu dingin ekstrem yang menusuk.
Kondisi tersebut membuat tubuh bayi tidak mampu beradaptasi. Dalam waktu singkat, korban mengalami hipotermia hingga kondisinya melemah dan nyaris kehilangan nyawa.
Baca Juga: KAI Gunakan Energi Hijau B40 untuk Seluruh Lokomotif dan Genset, Siap Beralih ke B50
Evakuasi Dramatis Tim SAR
Melihat kondisi darurat tersebut, tim SAR yang bersiaga langsung bergerak cepat menuju lokasi.
Petugas harus menerobos hujan lebat dan kabut tebal demi mencapai titik korban di jalur pendakian yang cukup sulit.
Setibanya di lokasi, tim segera memberikan pertolongan pertama dengan menghangatkan tubuh korban dan melindunginya dari paparan cuaca ekstrem.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Kondisi bayi perlahan mulai stabil setelah mendapatkan penanganan awal.
Tak ingin mengambil risiko lebih besar, tim SAR langsung melakukan evakuasi.
Korban bersama orang tuanya diturunkan menuju basecamp Perantunan untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Beruntung, nyawa bayi tersebut berhasil diselamatkan.
Apa Itu Hipotermia dan Mengapa Berbahaya?
Hipotermia merupakan kondisi ketika suhu tubuh turun di bawah 35°C akibat kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk memproduksinya.
Kondisi ini umumnya terjadi saat seseorang berada di lingkungan dengan suhu dingin ekstrem, terutama tanpa perlindungan yang memadai.
Gejala awal hipotermia biasanya ditandai dengan menggigil, yang merupakan mekanisme tubuh untuk menghasilkan panas.
Namun, jika kondisi berlanjut, hipotermia dapat menyebabkan gangguan organ hingga kematian.
Kelompok yang paling rentan terhadap hipotermia meliputi:
- Bayi dan anak kecil
- Lansia
- Orang dengan kondisi kesehatan tertentu
- Individu dengan paparan dingin dalam waktu lama
Baca Juga: Pertamina Siagakan 345 Armada Kapal, Jamin Pasokan Energi Aman Selama Ramadhan Idulfitri 2026
Peringatan Keras bagi Orang Tua dan Pendaki
Kasus ini menjadi peringatan serius bagi para orang tua dan pendaki agar lebih bijak sebelum membawa anak kecil ke jalur pendakian, terutama di gunung dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Bayi dan balita memiliki risiko jauh lebih tinggi mengalami hipotermia karena kemampuan tubuh mereka dalam mengatur suhu masih terbatas.
Kurangnya persiapan serta keputusan nekat dalam menghadapi medan ekstrem seperti gunung dapat berakibat fatal.
Peristiwa ini sekaligus menegaskan pentingnya perencanaan matang, pemantauan cuaca, serta perlengkapan yang memadai sebelum melakukan aktivitas pendakian, terlebih jika melibatkan anak-anak.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani