Jawa Pos Radar Lawu – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan berbagai strategi rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan pada arus balik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan guna memastikan perjalanan masyarakat yang kembali dari kampung halaman tetap aman dan lancar.
Kesiapan tersebut disampaikan menyusul prediksi bangkitan arus kendaraan yang diperkirakan terjadi pada Minggu sore, bertepatan dengan hari ketiga pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Pusat pemantauan dan koordinasi dilakukan di Command Center KM 29, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menyatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario manajemen lalu lintas untuk mengurai potensi kemacetan yang terjadi saat arus balik.
Menurutnya, lonjakan kendaraan diperkirakan mulai terjadi setelah waktu berbuka puasa. Oleh karena itu, seluruh personel telah disiagakan untuk melakukan pemantauan sekaligus mengambil langkah cepat jika terjadi kepadatan kendaraan di ruas tol utama.
Rekayasa Lalu Lintas: Contraflow hingga One Way
Untuk menghadapi potensi lonjakan kendaraan, Korlantas Polri menyiapkan penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem contraflow maupun one way.
Irjen Pol. Agus Suryonugroho menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak diterapkan hanya berdasarkan prediksi. Seluruh keputusan dilakukan berdasarkan data traffic counting yang dipantau secara real-time.
Pemantauan dilakukan menggunakan berbagai teknologi, mulai dari CCTV, radar lalu lintas, hingga drone Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang diterbangkan setiap tiga jam untuk memantau kondisi jalan tol secara langsung.
Pelaksanaan contraflow akan dimulai apabila terjadi peningkatan signifikan jumlah kendaraan di ruas tol KM 47. Jika dalam satu jam tercatat sekitar 5.500 kendaraan melintas, maka contraflow lajur satu akan diberlakukan.
Apabila kepadatan terus meningkat hingga mencapai sekitar 6.400 kendaraan per jam, maka contraflow lajur dua akan diterapkan guna mengurai antrean kendaraan yang semakin panjang.
Pemantauan Lalu Lintas Secara Real-Time
Korlantas Polri mengandalkan teknologi pemantauan modern untuk memastikan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
Radar yang terpasang di tol KM 47 berfungsi menghitung jumlah kendaraan secara otomatis. Data tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan apakah rekayasa lalu lintas perlu diberlakukan.
Selain itu, drone ETLE juga diterbangkan untuk memantau kondisi lalu lintas secara visual, terutama pada jalur KM 47 hingga KM 70. Hasil pemantauan dari udara ini membantu petugas memahami kondisi kepadatan kendaraan secara menyeluruh.
Jika terdeteksi perlambatan arus atau kepadatan signifikan, laporan akan segera disampaikan kepada pimpinan sebagai dasar pertimbangan penerapan rekayasa lalu lintas lanjutan, termasuk sistem one way.
Penerapan One Way Nasional dan Lokal
Dalam skenario arus balik Lebaran 2026, Korlantas Polri juga menyiapkan penerapan sistem one way secara nasional maupun lokal.
Sistem one way nasional direncanakan berlaku pada jalur tol dari KM 70 hingga KM 414 yang melintasi wilayah Jawa Tengah. Kebijakan ini bertujuan untuk mempercepat arus kendaraan menuju arah Jakarta.
Sementara itu, pada jalur di luar cakupan tersebut, seperti dari KM 414 menuju Surabaya, akan diberlakukan sistem one way lokal. Pelaksanaannya menjadi kewenangan masing-masing Polda atau Direktorat Lalu Lintas di daerah setempat.
Koordinasi antara Korlantas Polri dan jajaran kepolisian daerah menjadi kunci dalam memastikan rekayasa lalu lintas berjalan efektif selama arus balik Lebaran.
Pemerintah Terapkan Berbagai Kebijakan Lalu Lintas Lebaran
Selain sistem contraflow dan one way, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah kebijakan lain untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Beberapa di antaranya meliputi penerapan sistem ganjil genap di sejumlah ruas tol utama serta pembatasan operasional angkutan barang selama periode libur Lebaran.
Kebijakan tersebut diatur melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, serta Korlantas Polri.
Baca Juga: 4 Cara Cek Rest Area yang Tidak Penuh Saat Mudik Lebaran 2026, Perjalanan Lebih Nyaman dan Efisien
Dengan berbagai strategi tersebut, pemerintah berharap mobilitas masyarakat selama arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih tertib, aman, dan lancar.
Masyarakat juga diimbau untuk memantau informasi lalu lintas terkini serta mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan pada puncak arus balik.(*)
*Nizaria, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani