Jawa Pos Radar Lawu - Nama Bill Gates kembali menjadi sorotan publik setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice/DOJ) merilis jutaan halaman dokumen terkait kasus kejahatan seksual mendiang Jeffrey Epstein.
Dalam dokumen tersebut, terdapat draf email tertanggal 18 Juli 2013 yang mencantumkan nama pendiri Microsoft sekaligus filantropis dunia itu.
Dokumen ini memicu perhatian luas karena mengaitkan tokoh publik ternama dengan jaringan Epstein, meski tidak serta-merta membuktikan keterlibatan langsung.
Sorotan pun mengarah pada respons dari pihak-pihak terkait, termasuk Melinda Gates, mantan istri Bill Gates.
Melinda Gates: Fokus pada Korban, Bukan Spekulasi
Dalam wawancara bersama NPR yang dipandu Rachel Martin, Melinda Gates menyampaikan pandangannya dari sudut kemanusiaan, terutama mengenai para korban yang terjerat dalam lingkaran Epstein.
"Tidak ada gadis, tidak ada gadis yang boleh ditempatkan dalam situasi seperti yang mereka alami akibat Epstein dan apa pun yang terjadi dengan berbagai orang di sekitarnya," ujar Melinda, dikutip dari Shefinds, Sabtu (7/2).
Melinda mengaku isi dokumen tersebut sangat mengguncang secara emosional. Ia menyebut detail-detail yang terungkap mengingatkannya pada periode paling menyakitkan dalam kehidupan pribadinya, termasuk saat dirinya dan putri-putrinya berada pada usia yang sama dengan para korban.
Menurut Melinda, dokumen tersebut membuka kembali luka lama yang selama ini berusaha ia tinggalkan.
Melinda juga menegaskan bahwa dirinya bukan pihak yang bertanggung jawab menjelaskan atau membenarkan isi dokumen tersebut.
"Pertanyaan-pertanyaan yang tersisa di sana adalah untuk orang-orang tersebut dan bahkan untuk mantan suami saya. Mereka perlu menjawab hal-hal itu, bukan saya," tegasnya.
Pernyataan ini memperjelas sikap Melinda yang memilih menjaga jarak dari polemik hukum dan fokus pada empati terhadap korban.
Baca Juga: 5 Lampu LED Motor Paling Terang dan Fokus 2026, Visibilitas Maksimal di Saat Malam Hari
Klarifikasi Bill Gates soal Draf Email Epstein
Sementara itu, Bill Gates memberikan klarifikasi melalui wawancara dengan 9News Australia. Ia menegaskan bahwa draf email yang mencantumkan namanya merupakan tulisan Epstein sendiri dan tidak pernah dikirimkan.
"Jadi, saya tidak tahu apa yang dipikirkannya saat itu. Itu hanya mengingatkan saya bahwa setiap menit yang saya habiskan bersamanya, saya sesali, dan saya minta maaf telah melakukan itu," kata Bill, dikutip dari The Pulse of New Hampshire.
Gates kembali mengulangi penyesalannya atas hubungannya dengan Epstein di masa lalu, yang sebelumnya juga sempat diakuinya sebagai kesalahan besar.
Pihak Bill Gates: Klaim Tidak Masuk Akal
Juru bicara Bill Gates turut memberikan pernyataan resmi menanggapi rilis dokumen DOJ tersebut. Mereka menyebut klaim yang tersirat dalam dokumen itu sebagai tidak berdasar.
"Satu-satunya hal yang ditunjukkan oleh dokumen-dokumen ini adalah frustrasi Epstein karena ia tidak memiliki hubungan berkelanjutan dengan Gates dan sejauh mana ia akan berusaha untuk menjebak dan mencemarkan nama baik Gates," demikian pernyataan tersebut, dikutip dari NPR Illinois.
Kasus Epstein sendiri hingga kini masih terus menimbulkan gelombang pertanyaan publik, terutama terkait jaringan relasi tokoh-tokoh berpengaruh yang pernah berada di sekitarnya. (fin)
Editor : AA Arsyadani