Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Desa Wisata Madiun Saatnya Bangkit! Pembinaan dan Kolaborasi Jadi Kunci Menghidupkan Kembali Potensi Pariwisata Pedesaan

Sukma Maharani Putri • Jumat, 19 Desember 2025 | 16:53 WIB

 

Obyek Wisata Waduk Bening Widas, Bisa Buat Ide Camping Lebaran 2024 (foto ig@madiun_info)
Obyek Wisata Waduk Bening Widas, Bisa Buat Ide Camping Lebaran 2024 (foto ig@madiun_info)

Jawa Pos Radar Lawu — Sejumlah desa wisata di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, masih menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan.

Dari total 13 desa wisata yang tercatat, hanya lima yang hingga kini masih aktif dan beroperasi. Sisanya terpantau pasif dan belum dikelola secara optimal.

Data Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun mencatat, lima desa wisata yang masih eksis yakni Pasar Pundensari, Taman Pule, Watu Rumpuk, Rumah Cokelat Bodag, dan Desa Wisata Kepel.

Sementara delapan desa wisata lainnya cenderung tidak aktif, antara lain Taman Raden Sekar Park, Waterpark Batok, Monumen Kresek, Nongko Ijo, Wisata Grape, Waduk Bening Widas, Lembah Wilis, serta Madiun Umbul Square.

Sekretaris Disparpora Kabupaten Madiun, Andri Sulistyowati, menjelaskan bahwa kondisi pasif desa wisata tersebut memiliki kategori yang berbeda.

Ada yang masih dibuka namun sepi pengunjung, hingga yang sudah lama tidak beroperasi sama sekali.

Ia menyebut, sejumlah faktor menjadi penyebab kondisi tersebut, mulai dari pendapatan yang dinilai kurang menjanjikan, minimnya pengetahuan pengelola tentang pariwisata, hingga belum adanya grand design atau paket pengelolaan desa wisata dari pemerintah desa.

Andri menegaskan bahwa peran aktif pemerintah desa dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) menjadi kunci agar desa wisata dapat berkembang.

“Keberadaan desa wisata akan maksimal jika pemdes dan pokdarwis setempat aktif dan kreatif dalam pengelolaannya,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disparpora Kabupaten Madiun berencana meningkatkan pembinaan dengan melibatkan pihak ketiga yang berpengalaman di bidang pariwisata.

“Jika tahun depan ada dana, kami akan menggandeng pihak ketiga yang lebih mumpuni untuk memberikan pembinaan, sehingga para pokdarwis bisa mengelola desa wisatanya dengan baik,” tambah Andri.

Langkah ini diharapkan mampu menghidupkan kembali desa wisata yang selama ini pasif sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah di Kabupaten Madiun. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#Pariwisata Pedesaan #desa wisata #desa wisata madiun #wisata madiun