Jawa Pos Radar Lawu - TNI Angkatan Darat terus bergerak cepat membantu pemulihan infrastruktur di Provinsi Aceh yang terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu dengan membangun jembatan bailey darurat, yakni jembatan modular yang dapat dipasang dengan cepat untuk menghubungkan kembali akses jalan yang terputus.
Pemasangan jembatan ini menjadi bagian dari upaya prioritas pemerintah bersama instansi terkait untuk mengembalikan konektivitas antarwilayah yang sempat terisolasi akibat terjangan banjir deras.
Salah satu titik pemasangan yang telah rampung adalah Jembatan Bailey Teupin Mane di Kabupaten Bireuen.
Jembatan darurat ini menggantikan jembatan penghubung yang rusak parah karena aliran banjir dan tanah longsor.
Setelah jembatan sementara ini selesai dipasang, akses utama antara Bireuen dengan wilayah sekitar kini kembali bisa dilalui oleh kendaraan dan pejalan kaki, sehingga mobilitas warga dan distribusi bantuan kemanusiaan dapat berlangsung lebih lancar.
Pembangunan jembatan dilakukan secara kolaboratif oleh personel TNI AD melalui Kodam Iskandar Muda, dibantu oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta masyarakat lokal.
Pekerjaan berjalan tanpa henti untuk mengejar target penyelesaian sekaligus memastikan jalur transportasi yang menjadi urat nadi kehidupan sehari-hari warga kembali berfungsi.
Jembatan Bailey yang dipasang memiliki struktur baja modular yang fleksibel dan kuat untuk kondisi darurat.
Selain di Bireuen, pemasangan jenis jembatan ini dilakukan di beberapa titik kritis lain yang mengalami kerusakan infrastruktur, termasuk jalur yang menghubungkan Aceh Tengah dengan wilayah tetangga.
Langkah strategis ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat yang sempat terganggu karena terputusnya akses saat banjir terjadi.
Pemulihan akses jalan melalui pembangunan jembatan bailey darurat juga menjadi bagian dari penanganan besar-besaran yang dilaksanakan pemerintah bersama TNI,
Polri, dan kementerian teknis lainnya. Selain merestorasi konektivitas, langkah ini turut mempercepat proses distribusi logistik, evakuasi darurat, serta pelayanan publik yang sempat terganggu oleh bencana.
Ke depan, kolaborasi lintas instansi ini menjadi kunci dalam memastikan penanganan infrastruktur pascabencana berlangsung cepat dan tepat sasaran. (ones-mg-PNM/kid)
Editor : Nur Wachid