Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Terkuak! Profil Dewi Astutik Asal Ponorogo, Buronan Interpol yang Kendalikan Jaringan Narkoba 2 Ton Sabu Ke Indonesia

Winarsih • Rabu, 3 Desember 2025 | 21:16 WIB

 

Dewi Astutik, buron penyelundupan sabu 2 ton ditangkap di Kamboja
Dewi Astutik, buron penyelundupan sabu 2 ton ditangkap di Kamboja

Jawa Pos Radar Lawu – Sosok Dewi Astutik kembali menjadi perhatian publik setelah aparat penegak hukum berhasil mengakhiri pelariannya di Kamboja. 

Perempuan yang selama ini dikenal dengan berbagai alias, termasuk “PA”, diduga berperan sebagai otak penyelundupan 2 ton sabu ke Indonesia. 

Ia disebut sebagai salah satu figur kunci dalam jaringan narkoba lintas negara yang membentang dari wilayah Asia Tenggara hingga Afrika.

Dewi tercatat memiliki alamat di wilayah Ponorogo, Jawa Timur.

Namun, identitas tersebut kini diselidiki aparat karena muncul dugaan bahwa nama dan dokumen yang digunakan bukan merupakan identitas asli. 

Di kampung halamannya, Dewi dikenal pernah bekerja sebagai tenaga kerja migran di beberapa negara Asia. 

Kepergiannya ke luar negeri semula tidak menimbulkan kecurigaan, sebelum kemudian terungkap bahwa ia diduga memanfaatkan mobilitas tersebut untuk membangun jaringan peredaran gelap narkotika.

Nama Dewi mencuat setelah Badan Narkotika Nasional menempatkannya sebagai aktor utama dalam penyelundupan sabu seberat 2 ton melalui jalur laut pada tahun 2025. 

Nilai barang haram tersebut diperkirakan mencapai triliunan rupiah dan disebut sebagai salah satu upaya penyelundupan terbesar yang pernah digagalkan di Indonesia. 

Perannya tidak hanya sebatas penghubung, tetapi juga sebagai perancang alur distribusi dan perekrut kurir yang sebagian besar berasal dari Indonesia.

Setelah berstatus buronan internasional sejak 2024, Dewi diketahui kerap berpindah negara dan menggunakan identitas berbeda-beda untuk menghindari penangkapan. 

Pelariannya berakhir pada 1 Desember 2025 ketika tim gabungan BNN, Interpol, BAIS TNI, dan otoritas Kamboja membekuknya di sebuah hotel di Sihanoukville.

Penangkapan tersebut dinilai sebagai pukulan besar terhadap jaringan narkoba internasional yang selama ini beroperasi di kawasan Asia Tenggara. 

Dengan tertangkapnya tokoh yang diduga berperan sebagai koordinator, aparat berharap jalur distribusi dan struktur jaringan dapat diungkap lebih jauh. 

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan lintas negara membutuhkan kewaspadaan yang berkelanjutan serta kerja sama antarnegara untuk memastikan perlindungan masyarakat dari bahaya narkotika. (win) 

Editor : Riana M.
#kamboja #buronan #interpol #jawa timur #Dewi astutik #penyelundupan sabu #ponorogo