Jawa Pos Radar Lawu - Menjelang akhir tahun, masyarakat Indonesia dihadapkan dengan kenaikan harga beberapa bahan pokok yang cukup signifikan.
Kenaikan harga tersebut diperkirakan akan terus berlanjut hingga menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru.
Peningkatan harga bahan pokok ini memengaruhi daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.
Menurut sejumlah ahli ekonomi dan pengamat pasar, ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kenaikan harga bahan pokok.
Salah satunya adalah gangguan pada rantai pasok akibat cuaca ekstrem yang melanda beberapa daerah penghasil komoditas utama.
Selain itu, permintaan yang meningkat menjelang libur panjang akhir tahun turut mendorong kenaikan harga.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan antara lain beras, minyak goreng, daging sapi, telur, serta sayur-sayuran seperti cabai dan bawang.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa harga cabai merah pada bulan November 2025 mengalami kenaikan hingga 30%, sementara harga daging sapi naik sekitar 10% dibandingkan bulan sebelumnya.
“Peningkatan harga bahan pokok ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk gangguan pasokan dari daerah penghasil utama dan kenaikan biaya distribusi yang dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar,” ujar Andi Wijaya, seorang analis ekonomi di Jakarta.
Kenaikan harga bahan pokok ini tentunya berdampak besar pada daya beli masyarakat, khususnya bagi mereka yang mengandalkan pendapatan tetap dengan nilai yang tidak terlalu besar.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI), sebanyak 62% responden mengaku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan harga yang semakin mahal.
“Dalam beberapa minggu terakhir, saya merasa lebih sulit untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Misalnya, harga beras dan daging sudah naik, sementara pendapatan saya tetap sama. Saya harus pintar-pintar mengatur anggaran rumah tangga agar bisa bertahan,” kata Siti, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Jakarta.
Selain itu, kenaikan harga bahan pokok juga memengaruhi sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).
Banyak pelaku UMKM yang harus menyesuaikan harga jual produk mereka agar tetap dapat mencakup biaya produksi yang lebih tinggi, yang pada gilirannya berisiko mengurangi daya beli konsumen.
Pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian, telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menanggulangi kenaikan harga bahan pokok.
Salah satunya adalah mempercepat distribusi bahan pokok ke daerah-daerah yang kekurangan pasokan serta menggencarkan operasi pasar untuk menstabilkan harga.
“Pemerintah berkomitmen untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok selama masa liburan akhir tahun. Kami terus memantau kondisi pasar dan berkoordinasi dengan para produsen dan distributor untuk mengurangi potensi kelangkaan yang bisa memicu kenaikan harga,” ujar Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dalam konferensi pers pekan lalu.
Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan sosial dalam bentuk subsidi untuk beberapa bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat miskin.
Program-program seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan program bantuan sosial lainnya dipastikan akan terus berjalan dengan penyesuaian agar masyarakat tetap bisa mengakses bahan pokok dengan harga yang terjangkau.
Ekonom memprediksi bahwa kenaikan harga bahan pokok ini akan tetap berlangsung hingga awal tahun 2026, meskipun dengan fluktuasi yang lebih terkendali.
Beberapa analis optimis bahwa setelah musim liburan, kondisi pasar akan mulai stabil, seiring dengan berakhirnya gangguan pasokan dan berkurangnya permintaan musiman.
Namun, stabilitas harga bahan pokok masih akan sangat bergantung pada faktor eksternal, seperti cuaca dan kebijakan impor yang diambil pemerintah.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap waspada dan bijak dalam mengelola pengeluaran sehari-hari.
Dengan adanya kebijakan pemerintah yang terus ditingkatkan dan dukungan dari berbagai sektor, diharapkan kondisi perekonomian dapat pulih kembali dan daya beli masyarakat bisa terjaga meskipun menghadapi tantangan harga yang terus meningkat.
Kenaikan harga bahan pokok yang terjadi menjelang akhir tahun ini tentunya menjadi ujian bagi banyak lapisan masyarakat, terutama yang berada di bawah garis kemiskinan
Namun, dengan langkah-langkah mitigasi dari pemerintah dan kesadaran masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola pengeluaran, diharapkan dampak dari kenaikan harga tersebut dapat diminimalisir.
Editor : Nur Wachid