Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Palangka Raya Rebut Juara Umum Pesparani Kalteng, Kalahkan Kotim di Laga Sengit

Nur Wachid • Selasa, 25 November 2025 | 20:15 WIB
Pesparani Katolik I Kalteng resmi ditutup setelah tiga hari penuh semarak sejak Jumat (21/11/2025). (Sumber: Radar Sampit)
Pesparani Katolik I Kalteng resmi ditutup setelah tiga hari penuh semarak sejak Jumat (21/11/2025). (Sumber: Radar Sampit)

Jawa Pos Radar Lawu - Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) resmi ditutup pada Minggu (23/11/2025) kemarin, di GOR Indoor Serbaguna, Jalan Tjilik Riwut Km 5, Palangka Raya.

Ajang perdana ini menjadi panggung kompetisi yang sengit antara kontingen-kontingen dari berbagai kabupaten/kota di Kalteng, terutama antara Palangka Raya dan Kotawaringin Timur (Kotim) yang bersaing ketat hingga akhir.

Palangka Raya akhirnya keluar sebagai juara umum setelah berhasil mengumpulkan delapan medali emas, menyamai perolehan Kotim. Namun, keunggulan Palangka Raya dalam aspek penilaian teknis dan artistik menjadi penentu kemenangan.

Dewan juri memberikan nilai lebih tinggi pada beberapa kategori unggulan yang diikuti oleh kontingen ibu kota provinsi tersebut.

Kompetisi yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.

Mereka berkompetisi dalam berbagai kategori lomba, termasuk paduan suara dewasa campuran, paduan suara anak, mazmur, cerdas cermat rohani, hingga bertutur kitab suci.

Setiap kategori menampilkan kekayaan musikalitas dan semangat pelayanan umat Katolik dari berbagai daerah.

Kota Palangka Raya menunjukkan konsistensi dan kekompakan dalam hampir seluruh kategori yang diikuti.

Dukungan penuh dari pemerintah kota, lembaga keagamaan, serta para pelatih dan pendamping menjadi faktor penting dalam pencapaian ini.

Selain itu, persiapan yang matang dan latihan intensif selama berbulan-bulan turut membentuk performa maksimal para peserta.

Sementara itu, Kotim yang juga meraih delapan medali emas tampil impresif dengan kekuatan vokal dan koreografi yang solid.

Namun, dalam beberapa kategori, nilai teknis dan interpretasi liturgi dari Palangka Raya dinilai lebih unggul.

Hal ini menjadi pembeda utama dalam penentuan juara umum, meskipun secara kuantitas medali keduanya seimbang.

Ajang Pesparani ini tidak hanya menjadi kompetisi seni suara, tetapi juga wadah pembinaan iman dan penguatan nilai-nilai kebersamaan antarumat Katolik di Kalimantan Tengah.

Tema yang diusung, “Bernyanyi dalam Kasih, Bertumbuh dalam Iman dengan Semangat Huma Betang Menuju Kalteng Berkah Kalteng Maju,” tercermin dalam semangat para peserta yang menjunjung tinggi nilai toleransi, persaudaraan, dan semangat gotong royong.

Selain kompetisi, Pesparani Kalteng 2025 juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung seperti seminar liturgi, pameran budaya Katolik, dan malam keakraban antar kontingen.

Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan lintas daerah yang mempererat tali persaudaraan umat Katolik di provinsi ini.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pesparani ini. Hadiah yang disiapkan pun terbilang spektakuler, mulai dari 15 paket perjalanan rohani ke Tanah Suci (Holyland), satu unit mobil, sepeda motor, hingga motor listrik. Hal ini menjadi motivasi tambahan bagi para peserta untuk memberikan penampilan terbaik mereka.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, yang menutup secara resmi kegiatan ini, menyampaikan apresiasi atas semangat dan dedikasi seluruh peserta.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti Pesparani harus terus dilestarikan sebagai bagian dari pembangunan karakter dan spiritualitas masyarakat Kalteng.

Dari sisi penyelenggaraan, Pesparani Kalteng 2025 dinilai sukses besar. Panitia pelaksana mampu menghadirkan suasana kompetisi yang tertib, meriah, dan penuh makna.

Antusiasme masyarakat yang hadir menyaksikan langsung di GOR Indoor Serbaguna juga menunjukkan bahwa kegiatan ini mendapat tempat di hati warga.

Kemenangan Palangka Raya dalam ajang ini menjadi catatan penting dalam sejarah Pesparani di Kalimantan Tengah. Sebagai tuan rumah, Palangka Raya tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas dan prestasi yang membanggakan.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi daerah lain untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan seni budaya dan keagamaan di wilayah masing-masing.

Dengan berakhirnya Pesparani Kalteng 2025, perhatian kini tertuju pada persiapan menuju Pesparani tingkat nasional. Palangka Raya sebagai juara umum berpeluang besar menjadi wakil utama Kalteng dalam ajang nasional mendatang.

Persiapan lanjutan dan pembinaan berkelanjutan menjadi kunci untuk menjaga prestasi dan membawa nama baik provinsi di tingkat yang lebih tinggi.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa seni dan budaya dapat menjadi jembatan yang kuat dalam membangun harmoni sosial dan memperkuat identitas keagamaan yang inklusif.

Pesparani bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga perayaan iman, budaya, dan persaudaraan yang menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat kebersamaan. (husnul-mg-uinpo/kid)

Editor : Nur Wachid
#kotim #kalteng #palangka raya