Jawa Pos Radar Lawu - Sengketa panjang antara Chen, Baekhyun, dan Xiumin dengan SM Entertainment kembali memasuki babak baru yang tidak menguntungkan bagi pihak EXO-CBX.
Berdasarkan dokumen publik terbaru, ketiganya telah mengalami kekalahan dalam enam proses hukum dan administratif.
Mulai dari putusan pengadilan, keputusan investigasi kepolisian, hingga evaluasi dari Komisi Perdagangan Adil Korea (KFTC) dan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata (MCST).
Tidak Ada Pelanggaran oleh SM, Menurut Pengadilan
Berbagai lembaga hukum secara konsisten menyimpulkan bahwa tidak ditemukan bukti yang mendukung tuduhan EXO-CBX mengenai pelanggaran kontrak, praktik curang, atau tindakan melawan hukum oleh SM Entertainment.
Dalam putusan terbaru, Pengadilan Distrik Timur Seoul menolak permintaan CBX untuk membuka dokumen akuntansi selama 13 tahun.
Pengadilan menilai permintaan tersebut tidak relevan, ruang lingkupnya terlalu luas, dan lebih menyerupai upaya memberikan tekanan psikologis terhadap SM.
Putusan itu menyatakan bahwa permintaan semacam ini:
“bertentangan dengan sifat sementara dari perintah pengadilan,” seperti dikutip dari laporan Allkpop.
Akar Konflik sejak 2023
Pertikaian bermula pada Juni 2023 ketika EXO-CBX menuduh kontrak mereka dengan SM tidak adil, terlalu panjang, dan dibuat di bawah tekanan.
Namun, pada bulan yang sama kedua pihak sepakat dalam “Perjanjian 6·18”, yang menetapkan bahwa:
-
kontrak eksklusif tetap berlaku,
-
aktivitas grup EXO berada sepenuhnya di bawah SM,
-
kegiatan individu dan unit CBX dikelola melalui label mereka, INB100,
-
SM berhak menerima 10 persen dari pendapatan aktivitas solo atau unit CBX.
Puncak Konflik: Kewajiban Pembayaran 10 Persen
Ketegangan meningkat ketika CBX gagal membayarkan persentase pendapatan yang telah disetujui.
SM kemudian mengajukan gugatan penegakan kontrak pada Juni 2024. Sebagai respons, EXO-CBX melayangkan gugatan balik terkait misrepresentasi. Namun hasilnya juga tidak memihak mereka, setelah:
-
kepolisian memutuskan tidak ada unsur pidana,
-
kejaksaan menghentikan kasus karena kurang bukti.
Upaya membawa perkara ini ke KFTC dan MCST pun berakhir tanpa hasil, karena kedua lembaga kembali menegaskan tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh SM.
Belum Ada Titik Akhir dalam Konflik Panjang
Dengan enam kekalahan beruntun, perselisihan ini menjadi salah satu kasus hukum paling kompleks dalam sejarah K-pop modern.
Meskipun EXO-CBX dan SM sebelumnya menyatakan niat memperbaiki hubungan, proses hukum yang terus berlanjut membuat masa depan formasi lengkap EXO semakin diragukan, terutama menjelang comeback besar grup pada tahun 2026. (fin)
Editor : AA Arsyadani