Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Ethiopia Umumkan Wabah Pertama Virus Marburg: WHO Turun Tangan, Risiko Penularan Lintas Batas Meningkat

AA Arsyadani • Senin, 17 November 2025 | 17:25 WIB
Ethiopia konfirmasi wabah pertama virus Marburg, WHO langsung kirim dukungan medis dan tim tanggap darurat.
Ethiopia konfirmasi wabah pertama virus Marburg, WHO langsung kirim dukungan medis dan tim tanggap darurat.

Jawa Pos Radar Lawu - Pemerintah Ethiopia resmi mengonfirmasi kemunculan wabah pertama penyakit virus Marburg setelah sampel dari klaster terduga kasus demam berdarah akibat virus dikirim untuk diuji pada awal pekan ini.

Penyakit ini tergolong infeksi serius yang ditularkan virus dan dapat berakibat fatal jika tidak ditangani cepat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa jenis virus yang terdeteksi sama dengan yang sebelumnya memicu wabah di berbagai negara Afrika Timur.

Hingga kini, sembilan kasus, termasuk tenaga kesehatan, telah ditemukan di wilayah selatan Ethiopia yang berbatasan dengan Sudan Selatan.

WHO dan Africa CDC menegaskan bahwa Ethiopia bergerak cepat dalam proses identifikasi dan respons awal.

Tahun lalu, Rwanda juga sempat mencatat wabah serupa yang diduga berasal dari aktivitas penambangan di gua berpopulasi kelelawar buah, hewan yang sering menjadi sumber penularan awal virus tersebut.

Setelah berpindah ke manusia, penyakit dengan tingkat keganasan tinggi ini dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau benda-benda yang terkontaminasi.

Gejala awal meliputi demam tinggi, sakit kepala hebat, serta nyeri otot.

Dalam banyak kasus, pasien mengalami pendarahan berat dalam waktu satu minggu.

Hingga kini belum tersedia obat khusus, meskipun sejumlah terapi darurat telah dipakai dalam penanganan intensif.

Perusahaan farmasi Gilead Sciences Inc. sebelumnya memasok remdesivir ke Rwanda, obat antivirus yang pernah diuji selama wabah Ebola tahun 2018 di Republik Demokratik Kongo.

Otoritas kesehatan di Ethiopia dan Sudan Selatan kini meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah penyebaran di kawasan perbatasan.

Tantangan semakin besar karena kedua negara tengah menghadapi tekanan terhadap sistem kesehatan, terutama Sudan Selatan yang masih terbebani konflik berkepanjangan.

Sebagai langkah cepat, WHO telah menyalurkan dana darurat sebesar US$300.000 serta mengerahkan tim tanggap awal, perlengkapan medis, alat pelindung diri bagi tenaga kesehatan, dan tenda isolasi.

WHO menegaskan bahwa akses perawatan suportif sejak awal, seperti rehidrasi melalui cairan oral maupun intravena, dapat meningkatkan peluang keselamatan pasien. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#ethiopia #republik demokratik kongo #rwanda #who #virus marburg di afrika #Virus Marburg