Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Fakta Baru Ledakan SMAN 72 Jakarta: Bom Rakitan Dikendalikan Remot, Pelaku Terinspirasi Kasus Kekerasan Dunia

Muhammad Aditya Pangestu • Rabu, 12 November 2025 | 14:31 WIB
Polisi akhirnya melakukan konferensi pers di Polda Metro Jaya, terkait Ledakan di SMAN 72 Jakarta.
Polisi akhirnya melakukan konferensi pers di Polda Metro Jaya, terkait Ledakan di SMAN 72 Jakarta.

Jawa Pos Radar Lawu - Polisi akhirnya mengungkap temuan baru terkait kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta yang mengguncang publik. 

Dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (11/11), Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menjelaskan bahwa pelaku adalah seorang siswa aktif yang kini ditetapkan sebagai anak berkonflik dengan hukum (ABH).

Ia disebut bertindak mandiri tanpa keterlibatan jaringan teror mana pun.

Hasil penyelidikan mengungkap bahwa pelaku dikenal tertutup, jarang bergaul, dan memiliki ketertarikan terhadap konten kekerasan di internet.

Dari pemeriksaan terhadap 16 saksi, terdiri dari guru, siswa, hingga keluarga, polisi menemukan bahwa pelaku kerap mengakses komunitas daring berisi konten ekstrem dan terinspirasi dari berbagai tragedi penembakan di luar negeri.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, menyebut pelaku menyiapkan tujuh bom rakitan, empat di antaranya meledak di lingkungan sekolah. 

Bom-bom tersebut dibuat dengan bahan sederhana seperti jeriken plastik, baterai 6 volt, dan paku sebagai proyektil.

Beberapa bom dikendalikan menggunakan remote control, sementara lainnya diaktifkan lewat sumbu api.

“Dari olah TKP kami temukan dua kawah ledak di dalam masjid yang menandakan dua bom meledak secara bersamaan, diduga dikendalikan dengan remot,” ujar Henik. 

Ia menambahkan, bom lain ditemukan di taman baca dan area bank sampah, dengan dua masih aktif namun berhasil dijinakkan.

Barang bukti yang diamankan antara lain tas berwarna merah dan biru, pistol mainan, serta serpihan logam dari jeriken dan baterai.

Semua bukti itu kini disita untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Rekaman CCTV turut memperlihatkan detik-detik pelaku memasuki sekolah dengan membawa dua tas. Ia bahkan sempat bertegur sapa dengan seorang guru sebelum ledakan terjadi di masjid sekitar pukul 12.02 WIB. 

Dalam rekaman, cahaya merah terlihat memancar dari dalam masjid diikuti ledakan keras dan kepulan asap putih. Ledakan itu menyebabkan 96 orang mengalami luka, beberapa di antaranya luka berat.

Densus 88 Antiteror Polri juga mengungkap motif di balik aksi nekat ini.

Pelaku diduga merasa tertindas, kesepian, dan menyimpan dendam terhadap lingkungan sekitarnya. 

“Ia mengidolakan pelaku penembakan di luar negeri seperti pelaku tragedi Columbine dan Charleston,” kata Jubir Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana.

Sementara itu, salah satu korban, LH (16), masih dirawat intensif akibat luka bakar serius dan gangguan pendengaran.

Pihak keluarga berharap keadilan ditegakkan dan penanganan korban dilakukan secara maksimal. (*)

Editor : Riana M.
#Irjen Pol Asep Edi Suheri #pelaku #abh #Siswa Aktif #kapolda metro jaya #ledakan SMA 72 #fakta #pubg