Jawa Pos Radar Lawu - Menjelang akhir tahun, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mempercepat pencairan berbagai program bantuan sosial (bansos) yang akan berlangsung hingga Desember 2025.
Tiga jenis bantuan utama yang disalurkan secara bersamaan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan BLT Kesra sebesar Rp900 ribu.
Penyaluran tahap akhir ini dilakukan secara bertahap mulai awal November 2025. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bisa mengecek saldo bansos secara langsung melalui aplikasi Livin’ by Mandiri, BRImo, atau BNI Mobile Banking, yang dinilai lebih praktis dan cepat dibanding metode manual.
Penyaluran Bertahap Melalui Bank Himbara dan Bulog
Kemensos bekerja sama dengan bank-bank Himbara (Mandiri, BRI, BNI, BTN) untuk menyalurkan bansos langsung ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Selain itu, sebagian daerah juga mendapatkan distribusi langsung oleh Perum Bulog, terutama untuk bantuan pangan.
Penyaluran kali ini mencakup penebalan BPNT senilai Rp400 ribu yang berasal dari periode Juni–Juli 2025.
Bantuan tersebut merupakan peralihan dari PT Pos ke sistem KKS, sehingga banyak penerima yang kini langsung menerima transfer ke rekening mereka.
Karena prosesnya dilakukan bersamaan dengan tahap 2 dan 3, sejumlah penerima bahkan melaporkan saldo bantuan yang masuk lebih besar dari biasanya.
Namun, bantuan penebalan ini hanya diberikan satu kali dalam setahun. Selain dalam bentuk uang, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan tambahan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter.
Beberapa KPM di Banda Aceh dan Sumatera Barat sudah mulai menerima undangan pengambilan bantuan tersebut.
Meski demikian, tidak semua daerah memperoleh jadwal penyaluran bersamaan. Distribusi dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kesiapan logistik dan data penerima di setiap wilayah.
Cara Cek Status Bansos PKH, BPNT, dan BLT Kesra 2025 Lewat HP
Masyarakat dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui situs resmi Kemensos:
1. Kunjungi laman https://cekbansos.kemensos.go.id
2. Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan
3. Masukkan nama penerima sesuai KTP
4. Ketik kode captcha yang muncul di layar
5. Klik tombol “Cari Data” untuk melihat hasil pencarian
Situs ini akan menampilkan status penerima bansos lengkap dengan jenis bantuan dan tahap pencairannya.
Selain itu, pengecekan juga bisa dilakukan melalui aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation):
1. Unduh aplikasi SIKS-NG di Play Store
2. Login menggunakan akun resmi pendamping sosial
3. Masukkan NIK atau nama lengkap penerima manfaat
4. Sistem akan menampilkan status dan detail bantuan yang diterima
Pembaruan Data Penerima dengan DTSEN
Mulai Triwulan II 2025, Kemensos resmi beralih dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Langkah ini diambil untuk meningkatkan akurasi dan transparansi penyaluran bansos agar tepat sasaran.
Untuk mengecek data lewat DTSEN, masyarakat bisa menggunakan aplikasi “Cek Bansos” di Play Store dengan langkah berikut:
1. Daftar dan login menggunakan NIK
2. Pilih menu “Cek Bansos”
3. Masukkan data domisili dan nama lengkap
4. Tekan tombol “Cari Data” untuk melihat hasil
DTSEN juga dapat diakses lewat situs resmi Kemensos dengan mekanisme serupa. Dengan pencairan yang dilakukan serentak hingga Desember 2025, pemerintah berupaya memastikan seluruh PKH, BPNT, dan BLT Kesra tersalurkan tepat waktu.
Melalui peningkatan sistem digital seperti Livin’ by Mandiri, BRImo, dan DTSEN, proses verifikasi dan pengecekan bansos kini jauh lebih transparan, cepat, dan akurat.(rafli-mg-uinpo/kid)
Editor : Nur Wachid