Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Ketar Ketir! Usai Penyataan Mengejutkan Prada Richard J, Ibu Prada Lucky Disogok Uang Damai Senilai Rp 220 Juta

Oktaviani Sindy • Sabtu, 1 November 2025 | 16:41 WIB
Tolak Keras Uang Damai Rp 220 Juta! Ibu Prada Lucky: Nyawa anak saya tidak semurah itu.
Tolak Keras Uang Damai Rp 220 Juta! Ibu Prada Lucky: Nyawa anak saya tidak semurah itu.

Jawa Pos Radar Lawu - Kematian Prada Lucky Namo karena dianiaya seniornya kembali jadi sorotan di persidangan militer Kupang.

Setelah saksi kunci, Prada Richard J. Bulan, mengaku trauma, kini giliran ibu korban, Sepriana Pauilina Mirpey, yang membuat pernyataan mengejutkan.

Ibu Lucky menolak keras 'uang damai' sejumlah Rp 220 Juta yang ditawarkan oleh 22 prajurit yang menjadi terdakwa. Dimana, asal usul uang tersebut dikumpulkan dari masing-masing Rp 10 Juta per orang.

Penolakan ini menunjukkan bahwa keluarga tidak mencari uang, melainkan keadilan sejati atas kematian tragis Prada Lucky.

Sepriana Pauilina Mirpey, yang akrab disapa Epy, bersaksi di Pengadilan Militer Kupang pada Kamis (30/10/2025).

Ia menceritakan bahwa setelah anaknya meninggal pada (6/8/2025) silam, 22 tentara biadab yang diduga menganiaya Lucky mencoba memberikan uang senilai Rp 220 Juta.

"Nyawa anak saya tidak semurah itu. Saya berjuang memasukkan dia jadi tentara. Ini tidak bisa ditukar dengan uang," tegas Epy di depan hakim.

Menurut Epy, uang tersebut beserta surat permintaan maaf yang mencantumkan nama 22 prajurit itu, ditolak mentah-mentah oleh keluarga. Keluarga merasa tawaran uang itu merendahkan harga diri dan nyawa Lucky.

Ayah Lucky Menuntut Keadilan

Baca Juga: Profil Leonardo Arya alias Onad: Ironi Kebahagiaan, dari Puncak Karier Hingga Tersandung Kasus Narkoba

Selain sang ibu, ayah Prada Lucky, Serma Christian Namo, juga turut hadir. Sang ayah bahkan mengaku tidak tahu menahu soal usaha pemberian uang itu.

Serma Christian menegaskan bahwa bagi keluarganya, keadilan adalah hal yang paling utama, bukan uang santunan.

Keluarga juga menolak menandatangani dokumen lain yang berisi janji akan membantu adik Prada Lucky jika ingin mendaftar TNI. Mereka ingin masalah ini diselesaikan murni melalui jalur hukum.

Sikap tegas keluarga Prada Lucky yang menolak 'uang damai' ini menjadi pesan kuat bagi institusi militer.

Hal ini menunjukkan bahwa kasus penganiayaan harus diusut tuntas dengan keadilan hukum, dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan kompensasi uang. Keluarga hanya ingin hukuman yang setimpal untuk para pelaku. (okta)

Editor : Riana M.
#kupang #disogok #Prada Lucky #tni #prajurit #uang damai #Prada Richard Bulan #pengadilan militer #penganiayaan