Jawa Pos Radar Lawu - Banyak pertanyaan bermunculan di media sosial dan kalangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terkait kabar, Apakah benar PKH tahap 4 cair hari ini di KKS Mandiri, BRI, BNI?
Informasi ini viral karena sejumlah penerima di provinsi Aceh dilaporkan sudah menerima dana Program Keluarga Harapan (PKH) melalui Bank Syariah Indonesia (BSI).
Dilansir dari kanal YouTube Cek Bansos, penyaluran di Aceh memang dimulai lebih cepat dibanding daerah lain.
Hal ini karena provinsi tersebut hanya menggunakan satu bank penyalur, sehingga proses validasi data bansos dengan data perbankan berlangsung lebih efisien.
Selain itu, jumlah penerima di wilayah tersebut juga tidak sebanyak provinsi lain, membuat pencairan bisa dilakukan lebih cepat.
Pada tahap 1, 2, dan 3 pun, BSI selalu menjadi bank pertama yang menyalurkan PKH sebelum bank lainnya.
Sementara itu, di wilayah lain yang menggunakan Bank Mandiri, BRI, dan BNI, hingga kini sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) masih belum sepenuhnya memperbarui data tahap 4.
Pemeriksaan di akun pendamping sosial, operator desa, maupun kelurahan menunjukkan belum ada update pencairan terbaru.
Namun, menurut laporan dari supervisor Dinas Sosial Kabupaten/Kota, data PKH tahap 4 sudah masuk tahap verifikasi rekening.
Proses ini menjadi bagian dari persiapan penyaluran bantuan periode Oktober–Desember 2025. Tahap ini menandakan bahwa dana PKH belum cair di KKS Mandiri, BNI, maupun BRI, karena pemerintah masih memverifikasi kesesuaian rekening dan data penerima.
Di beberapa wilayah, sejumlah KPM pengguna BNI memang melaporkan adanya saldo masuk dengan nominal besar antara Rp1,6 juta hingga Rp2,7 juta.
Namun, setelah dikonfirmasi, dana tersebut bukan PKH tahap 4, melainkan pencairan tahap 2 dan 3 yang sempat tertunda serta penyaluran BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai).
Begitu pula di Bank BRI, beberapa penerima melaporkan saldo yang masuk dari BPNT murni dan penebalan untuk tahap 2 dan 3, sebagai bagian dari peralihan metode penyaluran dari PT Pos ke Kartu KKS.
Selain itu, pemerintah juga baru saja menyelesaikan penyaluran BLT Kesra Rp900 ribu, yang verifikasi kelayakannya ditutup pada 28 Oktober 2025.
Bantuan ini diberikan kepada penerima baru yang belum pernah memperoleh bansos apa pun sebelumnya.
Salah satu KPM di Jakarta mengaku baru menerima surat pemberitahuan resmi bahwa dirinya berhak mendapatkan BLT Kesra Rp900 ribu.
Pencairan berbagai jenis bantuan sosial tersebut dilakukan dengan dua metode. Pertama, melalui Kartu KKS bagi penerima yang sudah memiliki rekening aktif. Kedua, melalui PT Pos Indonesia untuk penerima yang belum memiliki KKS.
Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tidak terpengaruh isu pencairan palsu di media sosial dan tetap menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Sosial atau Dinas Sosial setempat.
Proses penyaluran PKH tahap 4 akan dilakukan secara bertahap setelah seluruh data validasi di SIKS-NG dinyatakan lengkap dan rekening penerima diverifikasi.(rafli-mg-uinpo/kid)
Editor : Nur Wachid