Jawa Pos Radar Lawu - Aksi Demo Buruh Besar-Besaran berlangsung di Jakarta dan menjadi sorotan publik sejak pagi.
Unjuk rasa ini digelar Hari Ini dengan ribuan massa yang memadati kawasan Senayan dan sekitar DPR RI.
Para peserta aksi membawa spanduk bertuliskan tuntutan utama: Ribuan Pekerja Tuntut Kenaikan UMP 2026 hingga 10% sebagai bentuk desakan kepada pemerintah.
Gelombang protes ini menandai babak baru perjuangan buruh untuk mendapatkan keadilan ekonomi dan kesejahteraan yang layak.
Fakta Utama: Ribuan Buruh Turun ke Jalan
Ribuan pekerja dari berbagai serikat buruh hari ini, Kamis (30/10/2025), menggelar Demo Buruh Besar-Besaran di kawasan JCC Senayan hingga Gedung DPR RI.
Berdasarkan laporan Liputan6 dan CNBC Indonesia, sekitar 5.000 buruh tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), dan sejumlah serikat lain ikut turun ke jalan.
Mereka menuntut pemerintah menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 sebesar 8,5–10%, serta menolak keras penerapan sistem outsourcing yang dianggap merugikan pekerja.
Isi Tuntutan Buruh
Menurut Presiden KSPI Said Iqbal, tuntutan utama yang diusung dalam Demo Buruh Besar-Besaran di Jakarta Hari Ini antara lain:
Kenaikan UMP 2026 hingga 10%.
Penghapusan sistem outsourcing dan tenaga kontrak jangka pendek.
Kepastian jaminan sosial dan upah layak bagi pekerja sektor informal.
Peninjauan ulang kebijakan Omnibus Law Cipta Kerja yang dinilai memperlemah posisi pekerja.
“Kami meminta pemerintah dan gubernur segera menyesuaikan kenaikan upah minimum berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang riil.
Buruh tidak bisa terus ditekan dengan alasan efisiensi,” ujar Said Iqbal.
Situasi di Lapangan
Pantauan CNBC Indonesia, massa mulai berkumpul sejak pukul 08.00 WIB di sekitar JCC Senayan dan bergerak menuju Gedung DPR RI.
Sejumlah ruas jalan seperti Jalan Gatot Subroto, Gerbang Pemuda, dan Asia Afrika terpantau padat oleh konvoi buruh. Polisi menurunkan ratusan personel untuk mengamankan jalannya aksi, memastikan kegiatan berlangsung damai.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar menghindari area Senayan dan Gatot Subroto hingga sore hari untuk menghindari kemacetan parah.
Respons Pemerintah
Kementerian Ketenagakerjaan melalui juru bicaranya menyatakan, pembahasan terkait penyesuaian UMP 2026 sedang dilakukan bersama Dewan Pengupahan Nasional.
Pemerintah berjanji akan mempertimbangkan masukan serikat buruh dalam formulasi kebijakan upah mendatang.
“Kami memahami aspirasi para pekerja. Namun penetapan UMP tetap harus memperhatikan kondisi ekonomi nasional dan daya saing usaha,” ujar juru bicara Kemnaker.
Analisis & Dampak Sosial
Aksi Demo Buruh Besar-Besaran di Jakarta Hari Ini mencerminkan meningkatnya tekanan sosial akibat ketimpangan ekonomi dan biaya hidup yang naik tajam.
Kenaikan harga pangan dan transportasi dianggap tidak sebanding dengan pertumbuhan upah tahunan.
Para pengamat menilai, jika pemerintah tidak memberikan sinyal positif, gelombang unjuk rasa serupa bisa berlanjut hingga akhir tahun.
Demo Buruh Besar-Besaran di Jakarta Hari Ini bukan sekadar unjuk rasa tahunan, tetapi cerminan keresahan pekerja terhadap kebijakan ekonomi yang belum berpihak pada buruh.
Dengan tuntutan utama Ribuan Pekerja Tuntut Kenaikan UMP 2026 hingga 10%, aksi ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah untuk segera menyeimbangkan kepentingan tenaga kerja dan dunia usaha agar stabilitas sosial tetap terjaga. (ghiska-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid