Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Innalillahi! Longsor Terjang Ponpes Atthoriyah Bandung Barat, Santriwati Tewas saat Wudhu

Nur Wachid • Kamis, 30 Oktober 2025 | 18:59 WIB
Ilustrasi Mayat (Sumber: Pinterest)
Ilustrasi Mayat (Sumber: Pinterest)

Jawa Pos Radar Lawu - Suasana haru menyelimuti Pondok Pesantren (ponpes) Atthoriyah di Kampung Pasir Buleud, Desa Cinengah, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, setelah bencana longsor menewaskan seorang santriwati bernama Nuri binti Pudin (15).

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Minggu (26/10/2025) sore, saat hujan deras mengguyur wilayah selatan Bandung Barat.

Sekitar pukul 17.45 WIB, tebing di belakang bangunan utama pesantren tiba-tiba ambrol.

Material longsoran berupa tanah dan batu menghantam bangunan tempat para santri bersiap melaksanakan salat Magrib.

Nuri, yang saat itu sedang berwudhu, tertimpa reruntuhan dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

Kronologi Kejadian

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat, Asep Sehabudin, hujan dengan intensitas tinggi sejak siang hari menyebabkan tanah di tebing belakang pesantren menjadi labil.

“Tebing longsor dan langsung menghantam bangunan utama. Satu santriwati meninggal dunia tertimpa reruntuhan,” ujar Asep.

Bangunan yang terdampak merupakan bagian dari asrama santri perempuan.

Saat kejadian, sebagian besar santri tengah bersiap melaksanakan ibadah. Beberapa berhasil menyelamatkan diri, namun Nuri tidak sempat menghindar.

Respons Pemerintah Daerah

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, langsung turun ke lokasi pada Senin dini hari (27/10/2025). Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan pihak pesantren.

“Kami turut berduka atas musibah ini. Pemerintah akan segera melakukan penanganan darurat dan evaluasi kondisi lingkungan sekitar,” kata Asep saat meninjau lokasi.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Sosial untuk memberikan bantuan logistik serta dukungan psikologis kepada para santri yang terdampak.

Kondisi Geografis dan Potensi Bencana

Desa Cinengah berada di wilayah perbukitan dengan kontur tanah yang rawan longsor, terutama saat musim hujan.

Menurut data BPBD, wilayah selatan Bandung Barat memiliki lebih dari 30 titik rawan longsor yang tersebar di beberapa kecamatan, termasuk Rongga.

“Penting bagi pesantren dan warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras. Kami akan mempercepat program mitigasi bencana di wilayah ini,” tambah Asep Sehabudin.

Suasana Duka di Pesantren

Pimpinan Ponpes Atthoriyah, KH. Ahmad Thohir, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya Nuri.

“Beliau adalah santriwati yang rajin, sopan, dan sangat bersemangat dalam belajar. Kami merasa sangat kehilangan,” ujarnya.

Santri lainnya menggelar doa bersama dan tahlilan di lokasi kejadian. Beberapa di antaranya masih mengalami trauma dan mendapat pendampingan dari relawan psikolog.

Evaluasi Bangunan dan Rencana Relokasi

Tim teknis dari Dinas PUPR Kabupaten Bandung Barat telah melakukan survei awal terhadap struktur bangunan pesantren.

Hasil sementara menunjukkan bahwa bangunan terdampak tidak memiliki sistem penahan tebing yang memadai.

“Jika diperlukan, kami akan bantu relokasi bangunan ke lokasi yang lebih aman. Keselamatan para santri adalah prioritas utama,” ujar Kepala Dinas PUPR, Ir. Dedi Kurniawan.

Dukungan dari Masyarakat dan Lembaga Sosial

Pasca kejadian, berbagai lembaga sosial dan komunitas pesantren di Jawa Barat mulai menggalang bantuan untuk Ponpes Atthoriyah.

Bantuan berupa makanan, pakaian, dan perlengkapan ibadah mulai berdatangan sejak Senin pagi.

Salah satu komunitas santri dari Ponpes di Cianjur menyampaikan solidaritas melalui media sosial.

“Kami turut berduka dan siap membantu saudara-saudara kami di Atthoriyah,” tulis mereka dalam unggahan Instagram.

Penanganan Jangka Panjang

Pemerintah daerah berencana mengadakan pelatihan mitigasi bencana untuk seluruh pesantren di wilayah rawan.

Program ini akan melibatkan BPBD, TNI, dan relawan lokal. Selain itu, akan dibentuk tim pemantau cuaca dan kondisi tanah di sekitar pesantren.

“Bencana ini menjadi pelajaran penting. Kita harus lebih siap dan tanggap,” tutup Wakil Bupati Asep Ismail. (husnul-mg-uinpo/kid)

Editor : Nur Wachid
#ponpes #Nuri binti Pudin #santriwati #longsor #bandung barat #Ponpes Atthoriyah