Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Pendiri PBHI dan Advokat HAM Johnson Panjaitan Meninggal Dunia, Begini Kronologinya

Nur Wachid • Senin, 27 Oktober 2025 | 22:40 WIB
Alm Johnson Panjaitan
Alm Johnson Panjaitan

Jawa Pos Radar Lawu - Kabar duka datang dari dunia hukum Indonesia, Pendiri PBHI dan advokat HAM Johnson Panjaitan meninggal dunia pada Minggu, 26 Oktober 2025.

Sosok Johnson Panjaitan dikenal publik sebagai pembela keadilan yang vokal dan tak gentar menghadapi tekanan.

Advokat HAM senior ini berpulang setelah mengalami pendarahan otak yang sempat membuatnya dirawat intensif.

Kepergian pendiri PBHI itu menyisakan duka mendalam bagi para aktivis dan rekan seprofesi yang mengenalnya sebagai sosok berani membela korban pelanggaran hak asasi manusia.

Hingga kini, publik masih mengenang kiprahnya dan menelusuri kronologi wafatnya yang menyentuh banyak pihak.

Fakta Utama

Johnson Panjaitan, pendiri Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) dan advokat hak asasi manusia (HAM) senior, meninggal dunia pada Minggu, 26 Oktober 2025 sekitar pukul 07.30 WIB akibat pendarahan saraf otak.

Menurut keterangan lembaga PBHI, almarhum telah kritis selama 4-5 hari terakhir sebelum wafat.

Latar Belakang & Rekam Jejak

Baca Juga: Makna Mendalam di Balik Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda Ke-97: Simbol Persatuan Pemuda Bergerak Indonesia Bersatu

Johnson Panjaitan lahir di Jakarta pada 11 Juni 1966.

Ia dikenal luas sebagai aktivis HAM yang gigih: pernah menangani kasus pelanggaran HAM besar, termasuk advokasi bagi kemerdekaan Timor Timur, dan mendampingi tokoh seperti Xanana Gusmão.

Dalam karirnya sebagai advokat, Johnson juga sempat menghadapi teror: kantornya pernah digeruduk, dan mobilnya bahkan ditembak ketika ia memimpin PBHI.

Kronologi Akhir Hidup

Menurut laporan, Johnson Panjaitan mengalami pendarahan pada saraf otak dan dirawat secara intensif selama beberapa hari sebelum meninggal.

PBHI mengonfirmasi kepergiannya melalui akun resmi pada hari yang sama.

Reaksi & Warisan

Kematian Johnson menuai duka dari berbagai kalangan aktivis dan organisasi HAM.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyebutnya sebagai simbol keberanian dalam membela keadilan dan HAM.

Banyak yang menyampaikan bahwa meskipun Johnson telah tiada, semangat perjuangannya tetap akan dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi advokat dan aktivis berikutnya.

Wafatnya Johnson Panjaitan menjadi kehilangan besar bagi komunitas HAM dan dunia advokasi di Indonesia.

Meski perjalanan hidupnya penuh tantangan dan risiko, warisan profesionalisme dan keberaniannya dalam membela Hak Asasi Manusia akan terus hidup. (ghiska-mg-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#Pendiri PBHI #kronologi #meninggal dunia #advokat HAM #Johnson Panjaitan