Jawa Pos Radar Lawu - Setelah penantian panjang selama 14 tahun, Timor Leste akhirnya resmi menjadi anggota penuh ASEAN ke 11 pada KTT ASEAN ke 47 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Keputusan bersejarah ini menandai awal baru bagi negara termuda di Asia Tenggara, sekaligus memperluas keanggotaan ASEAN menjadi 11 negara.
Namun, di tengah euforia diplomatik ini, Timor Leste menghadapi tantangan besar untuk menyesuaikan diri dengan standar ekonomi dan birokrasi kawasan.
Diumumkan Langsung di KTT ASEAN Kuala Lumpur 2025
Dalam KTT ASEAN ke-47 yang digelar pada 26 Oktober 2025, para pemimpin negara anggota menyetujui keanggotaan penuh Timor Leste.
Pengumuman disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim selaku Ketua ASEAN tahun ini.
Langkah ini menjadi ekspansi pertama ASEAN sejak 1999, memperkuat blok kerja sama politik dan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.
Penantian Panjang Selama 14 Tahun
Perjalanan Timor Leste menuju ASEAN dimulai sejak pengajuan resmi pada tahun 2011.
Setelah melalui serangkaian evaluasi terkait kesiapan ekonomi, tata kelola pemerintahan, dan infrastruktur, negara itu baru diterima sebagai anggota pengamat pada 2022.
Perdana Menteri Xanana Gusmão menyebut momen ini sebagai “hari bersejarah bagi rakyat Timor-Leste” yang telah lama menantikan pengakuan penuh dari komunitas regional.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Dengan menjadi anggota penuh ASEAN, Timor Leste kini memiliki akses ke pasar ekonomi yang besar, dengan potensi lebih dari 650 juta penduduk.
Meski begitu, negara dengan PDB sekitar US$2 miliar ini masih menghadapi ketergantungan pada ekspor minyak dan gas.
ASEAN berkomitmen untuk membantu Timor Leste meningkatkan kapasitas ekonomi, birokrasi, dan infrastruktur agar dapat sejajar dengan anggota lainnya seperti Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Makna Strategis bagi Kawasan Asia Tenggara
Keputusan menerima Timor Leste sebagai anggota penuh ASEAN menjadi simbol penting bagi solidaritas kawasan.
Selain memperkuat posisi ASEAN di kancah internasional, langkah ini juga menegaskan komitmen organisasi untuk tetap inklusif di tengah dinamika geopolitik global.
Dengan bergabungnya Timor Leste, Asia Tenggara kini resmi terdiri dari 11 negara anggota yang bersatu di bawah satu visi: stabilitas, kemakmuran, dan kerja sama regional yang kuat. (ghiska-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid