Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Dana BOS dan BOP Madrasah Cair! Kemenag Pastikan Rp 4 Triliun Segera Masuk Rekening Ribuan Lembaga

AA Arsyadani • Jumat, 24 Oktober 2025 | 23:34 WIB
Dana BOS Madrasah dan BOP RA cair pekan ini. Kemenag pastikan penyaluran lancar ke 81 ribu lembaga pendidikan di seluruh Indonesia.
Dana BOS Madrasah dan BOP RA cair pekan ini. Kemenag pastikan penyaluran lancar ke 81 ribu lembaga pendidikan di seluruh Indonesia.

Jawa Pos Radar Lawu - Kabar menggembirakan datang bagi dunia pendidikan Islam.

Kementerian Agama (Kemenag) memastikan bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Raudlatul Athfal (RA) untuk triwulan III dan IV tahun anggaran 2025 resmi dicairkan pekan ini.

Total dana yang digelontorkan mencapai Rp4,01 triliun dan akan segera disalurkan kepada 81 ribu lembaga pendidikan yang telah lolos verifikasi.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa penyaluran dana ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan agama di Indonesia.

“Sesuai arahan presiden, kita perlu wujudkan pendidikan bermutu untuk mencetak generasi unggul yang berdaya saing global,” ujar Menag di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Ia menegaskan, dukungan operasional pendidikan merupakan langkah strategis untuk memperkuat lingkungan belajar yang efektif dan berkualitas.

“BOP RA dan BOS Madrasah adalah bentuk dukungan pemerintah untuk mewujudkan pendidikan agama dan keagamaan yang berkualitas. Alhamdulillah, mulai pekan ini anggaran lebih dari 4 triliun rupiah bisa dicairkan untuk RA dan madrasah,” lanjutnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno merinci bahwa total alokasi dana BOP RA mencapai Rp204 miliar, sedangkan BOS Madrasah sebesar Rp3,809 triliun.

Dana tersebut kini berada dalam tahap penyaluran oleh bank penyalur ke seluruh lembaga penerima.

“Anggaran BOS dan BOP sebesar 4,01 triliun sudah dalam tahap pencairan untuk disalurkan oleh bank penyalur kepada 81 ribu lembaga yang sudah memenuhi kriteria,” jelas Suyitno.

Guru Besar UIN Palembang ini menekankan bahwa alokasi anggaran besar tersebut menunjukkan komitmen kuat Kemenag dalam memastikan keberlangsungan layanan pendidikan yang berkualitas.

“Saya mengajak seluruh jajaran Kemenag, baik pusat maupun daerah, untuk mengawal proses ini secara akuntabel. Dana ini harus tepat sasaran, digunakan sebagaimana mestinya, dan dilaporkan secara tertib oleh pihak madrasah,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah) Nyayu Khodijah menambahkan bahwa proses verifikasi dokumen pengajuan dilakukan secara ketat dan transparan.

“Setiap lembaga yang mengajukan pencairan triwulan III dan IV wajib telah menyelesaikan laporan pertanggungjawaban sampai penyaluran triwulan II,” ujarnya.

Menurutnya, verifikasi menjadi tahapan penting untuk memastikan penyaluran dana berjalan optimal dan sesuai prosedur.

Lembaga yang dinyatakan valid dan lengkap dokumennya akan segera menerima dana langsung melalui bank penyalur.

“Dana BOP dan BOS diharapkan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk peningkatan mutu pembelajaran dan akuntabilitas pelaporan. Jangan sampai ada keterlambatan penyerapan yang dapat menghambat kualitas pendidikan madrasah,” tegas Nyayu.

Ia juga mengingatkan seluruh kepala RA dan madrasah penerima bantuan untuk memastikan status pengajuan di aplikasi eRKAM V2 (untuk BOS) atau Portal BOS Kemenag (untuk BOP) sudah valid dan siap salur.

Dana harus digunakan secara disiplin, transparan, dan akuntabel sesuai Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM).

Dengan pencairan ini, diharapkan seluruh kegiatan pembelajaran di madrasah dan RA dapat berjalan lancar hingga akhir tahun, serta memperkuat kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik di seluruh Indonesia. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#bantuan operasional #bos madrasah #madrasah Indonesia #BOS Madrasah 2025 #Kemenag 2025