Jawa Pos Radar Lawu - Pemerintah resmi memulai penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 kepada jutaan pekerja di seluruh Indonesia.
Melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), tahap pertama pencairan telah berjalan dan hingga akhir Juni 2025, tercatat 2,4 juta pekerja sudah menerima dana sebesar Rp600 ribu langsung ke rekening mereka.
Sementara itu, 1,2 juta penerima lain masih menunggu proses validasi data sebelum dana ditransfer.
Penyaluran BSU tahun ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas daya beli pekerja di tengah tekanan ekonomi nasional.
Menteri Ketenagakerjaan, Yasin Ariyani, menjelaskan bahwa tahap pertama BSU menargetkan 3,6 juta pekerja aktif BPJS Ketenagakerjaan per April 2025.
“Dari total 3,6 juta penerima BSU tahap pertama, sebanyak 2,4 juta rekening telah kami salurkan bantuannya.
Sisanya masih dalam proses verifikasi dan validasi data agar penyaluran tepat sasaran,” jelas Yasin Ariyani.
Proses Bertahap dan Seleksi Ketat
Meski sebagian besar dana telah tersalurkan, pemerintah menegaskan pencairan dilakukan secara bertahap, bukan serentak.
Hal ini disebabkan proses administrasi dan sistem perbankan yang perlu menyesuaikan kapasitas distribusi.
Selain itu, verifikasi ganda juga dilakukan antara Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan penerima tidak tercatat sebagai penerima program bantuan lain seperti PKH, Prakerja, atau BPUM.
Bank-bank penyalur di bawah kelompok Himbara juga melakukan pemeriksaan ulang terhadap rekening penerima.
Apabila ditemukan data tidak sinkro seperti nama tidak sesuai, rekening tidak aktif, atau kesalahan NIK maka pembayaran akan ditunda hingga data diperbaiki.
Syarat dan Tahap Berikutnya
Kriteria penerima BSU 2025 mencakup WNI dengan NIK valid, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, penghasilan di bawah Rp3,5 juta per bulan, bukan ASN/TNI/Polri, dan tidak sedang menerima bansos lain.
Program ini diharapkan membantu meringankan beban ekonomi rumah tangga pekerja berpenghasilan rendah.
Sementara itu, pemerintah juga menyiapkan tahap kedua BSU yang akan menjangkau 4,5 juta calon penerima tambahan.
“Setelah tahap pertama selesai, kami akan langsung menyalurkan BSU tahap kedua bagi 4,5 juta pekerja lain yang datanya sudah lengkap dan lolos pemadanan,” ujar Yasin Ariyani. Target penyelesaian seluruh pencairan ditetapkan sebelum akhir Juli 2025.
Waspadai Penipuan dan Perbarui Data Rekening
Kemnaker mengingatkan masyarakat untuk tidak mempercayai tautan atau pesan mencurigakan yang mengatasnamakan program BSU.
Informasi resmi hanya tersedia di bsubpjsketenagakerjaan.go.id atau akun resmi Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan. Peserta juga dapat menghubungi Call Center 175 untuk mengecek status pencairan.
Bagi penerima yang belum mendapatkan transfer, disarankan memeriksa status melalui situs resmi BPJS Ketenagakerjaan serta memastikan rekening aktif di bank Himbara (BNI, BRI, BTN, Mandiri). Khusus wilayah Aceh, penggunaan Bank BSI tetap diperbolehkan.
Dengan skema pencairan bertahap ini, pemerintah menegaskan bahwa seluruh penerima yang memenuhi syarat pasti akan mendapatkan haknya.
Bantuan Rp600 ribu ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu menstabilkan ekonomi rumah tangga di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok dan energi.(rafli-mg-uinpo/kid)
Editor : Nur Wachid