Jawa Pos Radar Lawu - Momen penuh kehangatan terjadi saat Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang Senat Terbuka Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10).
Di tengah acara, Prabowo mengajak ratusan wisudawan menyanyikan lagu legendaris “Kasih Ibu”, menciptakan suasana haru di aula kampus.
Ajakan bernyanyi itu muncul setelah Prabowo berbicara tentang pentingnya menghormati orang tua, khususnya sosok ibu yang memiliki peran besar dalam kehidupan setiap anak.
Dengan suara lantang, ia mengingatkan para wisudawan untuk selalu berterima kasih dan menghargai pengorbanan ibu.
“Jadi, kalau mau belajar menghadapi kegagalan, belajarlah dari Pak Prabowo Subianto. Pak Prabowo Subianto itu berkali-kali gagal, berkali-kali jatuh tapi selalu berdiri kembali,” ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan meriah.
Ia kemudian menceritakan bagaimana setiap anak, terutama laki-laki, sering kali kembali mencari pelukan ibu saat menghadapi kesulitan.
Prabowo menegaskan, peran seorang ibu begitu besar dan tak tergantikan.
“Bagaimana ajaran ustadz-ustadz kita, surga berada di telapak kaki ibu. Saya yakini itu, karena ibu membesarkan kita tanpa mengharapkan apa-apa. Gimana lagunya itu? ‘Hanya memberi, tak harap kembali.’ Itu salah satu lagu favorit aku,” ucapnya.
Dengan tersenyum, Prabowo lalu mengajak wisudawan bernyanyi bersama.
“Bisa nyanyi gak yah? Nyanyi dulu ‘Kasih Ibu’ supaya enggak ngantuk yang di belakang itu,” katanya disambut riuh peserta.
Paduan suara UKRI memulai lagu, lalu ratusan wisudawan, dosen, dan tamu undangan ikut menyanyikan bait-bait yang sarat makna.
“Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia,” terdengar suara Prabowo berpadu dengan para wisudawan.
Suasana aula pun berubah haru. Beberapa orang bahkan terlihat meneteskan air mata mendengar pesan sederhana namun mendalam yang disampaikan melalui lagu itu.
“Terima kasih di hari seperti ini, bersyukur kepada ibu, juga kepada bapak ya. Kalau nggak ada bapak, nggak ada kalian juga,” lanjutnya disambut tepuk tangan hangat.
Prabowo kemudian menegaskan bahwa menghormati orang tua adalah pondasi moral yang tidak boleh luntur.
Ia juga berpesan kepada generasi muda agar tidak takut menghadapi tantangan hidup.
“Kalau kita ingin berbuat benar, ingin menegakkan keadilan dan kejujuran, kita akan hadapi tantangan besar. Tapi masalahnya, apakah kita tunduk atau menyerah,” tegasnya.
Ia mengingatkan, perjuangan untuk kebenaran tak lepas dari hadangan orang-orang yang zalim dan serakah.
Karena itu, keteguhan hati menjadi kunci.
Pesan moral dan suasana haru yang tercipta melalui nyanyian “Kasih Ibu” menjadi momen istimewa dalam perayaan wisuda UKRI, mengingatkan semua orang bahwa kekuatan perjuangan selalu berakar dari cinta orang tua. (fin)
Editor : AA Arsyadani