NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu - Isu keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) di SMKN 1 Sine, Ngawi, akhirnya dijawab pihak Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG).
Mereka mengklaim peristiwa tersebut bukanlah keracunan makanan, melainkan karena sebagian siswa tidak terbiasa dengan menu yang disajikan.
“Mboten keracunan niku. Anak-anak tidak biasa makan pake niku lo bumbu lada hitam niku lo. Yo ketahanan tubuh anak aja yang ndak sama. Mungkin ngoten. Bukan keracunan, bu,” ujar perwakilan SPPG Jendela Cahya Kebaikan saat dimintai keterangan.
51 Siswa Alami Gejala
Sebelumnya, lebih dari 50 siswa SMKN 1 Sine mengalami gejala mual, pusing, diare, bahkan beberapa sampai kejang usai menyantap menu MBG.
Total 51 siswa dirujuk ke Puskesmas Sine dan Ngrambe untuk mendapatkan perawatan.
Karena jumlah pasien membeludak, sebagian siswa bahkan harus dirawat darurat di lantai beralaskan tikar masjid.
Kondisi ini sempat memicu kepanikan orang tua siswa.
Bumbu Lada Hitam Jadi Sorotan
Menu MBG hari itu diketahui menggunakan bumbu lada hitam, yang disebut SPPG tidak semua siswa terbiasa mengonsumsinya.
Pihak SPPG menilai reaksi berbeda pada tubuh siswa lebih disebabkan faktor daya tahan tubuh, bukan karena makanan mengandung racun.
“Ini soal ketahanan tubuh anak yang tidak sama. Bukan keracunan massal seperti yang diberitakan,” tambah perwakilan SPPG.
Dinas Kesehatan Turun Tangan
Meski SPPG sudah memberikan klarifikasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Sampel makanan MBG telah diambil untuk uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti gejala yang dialami siswa.
Hingga kini, sebagian siswa sudah pulih dan diperbolehkan pulang, sementara yang masih lemah tetap menjalani perawatan medis. (sae/kid)
Editor : Nur Wachid