Jawa Pos Radar Lawu – Nama Anggito Abimanyu belakangan kembali menjadi sorotan publik setelah resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Komisioner (DK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2025–2030.
Sosok ekonom senior ini bukanlah orang baru dalam dunia keuangan dan pemerintahan Indonesia.
Dengan pengalaman panjang sebagai akademisi, birokrat, hingga pejabat negara, perjalanan kariernya memperlihatkan konsistensi dalam membangun sektor ekonomi dan fiskal.
Anggito Abimanyu lahir di Bogor pada 19 Februari 1963.
Sejak muda, ia menekuni dunia ekonomi yang kelak menjadi jalan hidupnya.
Gelar Sarjana Ekonomi diraihnya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1985.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat dengan meraih gelar Master of Science pada 1989 dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) pada 1993 dari University of Pennsylvania.
Kecintaannya pada dunia akademik membuat Anggito tetap aktif sebagai dosen, bahkan menjadi guru besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM.
Ia juga dikenal sebagai pakar ekonomi syariah yang kerap memberikan pandangan kritis sekaligus solusi bagi pengembangan sistem keuangan di Indonesia.
Karier Anggito di dunia birokrasi dimulai dengan berbagai posisi penting, di antaranya anggota Dewan Ekonomi Nasional (1999–2000) dan Staf Ahli Menteri Keuangan pada awal 2000-an.
Namanya semakin dikenal saat dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan pada periode 2004–2010.
Pada 2012, ia dipercaya menjadi Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah di Kementerian Agama.
Kemudian, pada 2017, Anggito ditunjuk sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), sebuah lembaga strategis yang mengelola dana haji dengan skala triliunan rupiah.
Puncak karier politiknya terjadi ketika ia dipercaya sebagai Wakil Menteri Keuangan pada Oktober 2024 dalam Kabinet Merah Putih.
Meski baru setahun menjabat, langkah Anggito kembali berubah setelah ia dipilih menjadi Ketua LPS.
Pada September 2025, DPR RI melalui Komisi XI menetapkan Anggito Abimanyu sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, yang kini menjabat Menteri Keuangan.
Keputusan ini disahkan dalam rapat paripurna DPR setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan.
Dalam visinya, Anggito mengusung program kerja AKSARA yang mencakup enam misi utama, mulai dari peningkatan kompetensi manajemen aset, penguatan literasi keuangan, hingga percepatan digitalisasi proses bisnis LPS.
Ia juga menekankan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan dana serta memperluas kegiatan sosial-kemasyarakatan untuk memberi manfaat lebih luas kepada masyarakat.
Abimanyu sosok yang Konsisten di Dunia Ekonomi
Lebih dari tiga dekade, Anggito Abimanyu menapaki perjalanan panjang di dunia akademik, birokrasi, hingga lembaga keuangan negara.
Perannya yang konsisten dalam mengawal kebijakan fiskal, keuangan syariah, hingga tata kelola dana publik menjadikannya sosok penting dalam ekosistem ekonomi nasional.
Kini, dengan posisi barunya sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS, publik menaruh harapan besar agar Anggito mampu membawa lembaga ini semakin kokoh dalam menjaga stabilitas sistem perbankan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat terhadap simpanan mereka. (win)
Editor : Riana M.