Jawa Pos Radar Lawu – Israel mengonfirmasi telah melancarkan serangan udara besar-besaran ke pelabuhan Hodeidah, Yaman, pada Selasa (16/9/2025).
Target utama disebut kelompok bersenjata Houthi, namun serangan ini juga memakan banyak korban sipil dengan puluhan warga dilaporkan tewas.
Stasiun televisi Al Masirah, yang berafiliasi dengan Houthi, menyebut Israel melancarkan hingga 12 kali serangan dalam sehari.
Mengutip laporan Aljazeera, militer Israel menyatakan aksi tersebut sebagai balasan atas meningkatnya aktivitas militer Houthi.
Serangan ke Hodeidah bukan kali pertama.
Pada akhir Agustus, Israel menewaskan Perdana Menteri Houthi Ahmed Al-Rahawi dalam serangan udara di Sanaa, yang juga menewaskan hampir separuh anggota kabinetnya.
Houthi lantas bersumpah akan melakukan aksi balasan.
Beberapa jam sebelum menggempur pelabuhan Laut Merah itu, Israel sempat mengeluarkan peringatan evakuasi.
“Untuk keselamatan Anda, kami mendesak semua orang di pelabuhan Hodeidah dan kapal-kapal yang berlabuh di sana untuk segera mengevakuasi area tersebut,” tulis juru bicara militer Israel untuk media Arab, Avichay Adraee, melalui X.
Meski demikian, Israel tidak menjelaskan detail target serangan.
Militer hanya menyebut berhasil menghancurkan sejumlah infrastruktur yang digunakan Houthi untuk menerima suplai senjata dari Iran.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan Houthi akan “membayar harga yang menyakitkan” bila tetap menyerang Israel.
Eskalasi konflik meningkat sejak Israel memulai perang di Gaza pada Oktober 2023.
Sebagai bentuk solidaritas untuk Palestina, Houthi gencar melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah Israel serta menargetkan kapal-kapal di Laut Merah.
Pada hari yang sama, militer Israel mengklaim berhasil mencegat rudal yang ditembakkan dari Yaman, dengan sirene peringatan sempat berbunyi di Yerusalem Barat.
Sebagai balasan, Israel kembali menggempur infrastruktur penting Houthi, termasuk pelabuhan, pembangkit listrik, dan area permukiman.
Mengutip Asia News, Israel juga memperluas operasi militernya hingga Qatar, membuat korban sipil terus bertambah.
Dalam dua pekan terakhir, Houthi bahkan sempat melancarkan serangan drone ke Bandara Ramon, Eilat, yang melukai dua orang dan menghentikan aktivitas bandara selama dua jam.
Serangan ke pelabuhan Hodeidah menandai fase baru eskalasi konflik yang tidak hanya memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman, tetapi juga memperlebar ketegangan geopolitik di kawasan. (fin)
Editor : AA Arsyadani