Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Google Hentikan Iklan Politik di Uni Eropa Mulai September 2025, Pal Biro Sebut AI Bukan Ancaman tapi sebagai Mitra Kreatif

AA Arsyadani • Kamis, 18 September 2025 | 20:35 WIB
Google stop iklan politik di Uni Eropa mulai September 2025, Pal Biro sebut AI bantu jurnalis lebih kreatif.
Google stop iklan politik di Uni Eropa mulai September 2025, Pal Biro sebut AI bantu jurnalis lebih kreatif.

Jawa Pos Radar Lawu – Pal Biro, Manajer Google di Hungaria, menyebut dirinya sebagai seorang optimistis radikal terhadap masa depan kecerdasan buatan (AI).

Pandangan ini ia sampaikan dalam acara Artificial Intelligence (AI) Summit Budapest, konferensi AI terbesar tahun ini, pada diskusi panel bertajuk “Pembaca Tak Kasat Mata, Dampak Nyata Bagaimana Kecerdasan Buatan Memengaruhi Konsumsi Media?”.

Dikutip dari Hungary Today, Pal Biro menegaskan bahwa AI bukan ancaman, melainkan peluang.

Menurutnya, AI adalah alat yang dapat menjadikan berbagai profesi lebih kreatif dan efisien.

Ia juga menekankan bahwa produk Google dirancang untuk bersikap netral tanpa memihak ideologi atau kandidat politik mana pun.

Salah satu isu penting yang ia soroti adalah penghentian iklan politik di seluruh Uni Eropa.

Google memastikan kebijakan ini berlaku penuh mulai 22 September 2025, dengan pemblokiran otomatis terhadap semua iklan yang diklasifikasikan sebagai politik.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari regulasi Transparansi dan Penargetan Iklan Politik (TTPA) Uni Eropa, yang efektif diberlakukan Oktober 2025.

“Selain itu, kami senantiasa berupaya memastikan bahwa pengalaman, keahlian, kredibilitas, dan keandalan menjadi kriteria utama dalam pemeringkatan hasil pencarian,” ujar Biro.

Dalam wawancara, diskusi bergeser pada kemungkinan AI menggantikan jurnalis.

Pal Biro menegaskan, AI hadir bukan untuk menggantikan, tetapi untuk melengkapi.

“Saya sangat yakin bahwa AI tidak akan menggantikan jurnalis, melainkan membantu mereka.

AI akan dapat berfungsi sebagai asisten pribadi, yang memungkinkan editor dan jurnalis untuk bekerja lebih efisien dan kreatif dalam menulis artikel berita.

Menurut saya, AI menciptakan nilai tambah dan tidak berdampak negatif pada kualitas jurnalisme,” ucapnya.

Isu lain yang dibahas adalah kemampuan AI dalam menentukan keaslian berita.

Pal Biro menyebut hal ini sebagai salah satu tantangan terbesar ke depan.

Namun, ia memastikan Google telah mengalokasikan sumber daya besar untuk menjaga keamanan.

“Salah satu area yang paling kami fokuskan adalah kepercayaan dan keamanan."

"Setiap tahun, kami melarang miliaran iklan yang bahkan tidak pernah sampai ke konsumen. Sistem kami menyaring penyalahgunaan sebelum muncul, baik itu hasil organik maupun iklan berbayar. Upaya semacam ini akan semakin serius di masa mendatang,” tegasnya.

Langkah Google menghentikan iklan politik sekaligus memperkuat posisinya sebagai perusahaan teknologi yang menaruh perhatian serius pada transparansi, keamanan, dan keberlanjutan ekosistem digital global. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#Iklan Politik #profesi jurnalis #google ai #Artificial Intelligence Summit Budapest #google