Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kapal Global Sumud Flotilla Terbakar Diduga Serangan Drone di Laut Tunisia, 33 Relawan Indonesia Dipastikan Selamat dan Siap Lanjutkan Misi

AA Arsyadani • Kamis, 18 September 2025 | 19:30 WIB

 

 

Kapal GSF terbakar diduga serangan drone di Tunisia. Wanda Hamidah pastikan 33 relawan Indonesia selamat dan siap lanjut misi Gaza.
Kapal GSF terbakar diduga serangan drone di Tunisia. Wanda Hamidah pastikan 33 relawan Indonesia selamat dan siap lanjut misi Gaza.

Jawa Pos Radar Lawu – Insiden mengejutkan terjadi di Tunisia saat salah satu kapal utama Global Sumud Flotilla (GSF) mengalami kebakaran pada Senin (8/9) malam.

Kapal berbendera Portugis bernama Perahu Keluarga itu terbakar hanya beberapa jam sebelum berlayar menuju Gaza, Palestina.

Pihak berwenang Tunisia membantah klaim adanya serangan drone.

Mereka menegaskan bahwa api berasal dari dalam kapal, bukan akibat serangan udara.

Namun, rekaman video yang diunggah akun resmi GSF memperlihatkan objek bercahaya jatuh dari langit tepat mengenai kapal saat salah satu kru melakukan siaran langsung.

Dalam rekaman itu terdengar kepanikan para kru ketika asap tebal mengepul dari dek utama.

Penyelenggara GSF menyebut api merusak dek serta ruang penyimpanan, meski seluruh penumpang dan awak berhasil selamat tanpa korban jiwa.

“Kami tetap melanjutkan misi damai untuk menembus blokade dan berdiri bersama rakyat Gaza,” demikian pernyataan resmi GSF.

Pelapor Khusus PBB untuk Palestina, Francesca Albanese, yang berada di lokasi, menilai jika benar terbukti serangan dilakukan oleh drone, maka peristiwa ini juga merupakan pelanggaran kedaulatan Tunisia.

Di tengah kekhawatiran, kabar baik datang dari delegasi Indonesia.

Sebanyak 33 relawan dari Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) dipastikan selamat, termasuk politisi dan aktivis kemanusiaan Wanda Hamidah.

IGPC sendiri merupakan inisiatif kolektif dari 23 organisasi masyarakat sipil Indonesia, termasuk Dompet Dhuafa, yang mengirim lima kapal bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Para relawan telah berada di Tunisia beberapa hari terakhir untuk mengikuti pelatihan teknis, mitigasi risiko laut, serta koordinasi bersama ratusan aktivis internasional.

Wanda Hamidah memastikan kondisi seluruh relawan Indonesia baik-baik saja.

“Alhamdulillah, tidak ada korban. Total 33 tim dari Indonesia. Insya Allah, besok berangkat,” ujarnya kepada JawaPos.com.

Misi Global Sumud Flotilla 2025 berfokus pada pengiriman bantuan pangan dan medis ke Gaza yang tengah mengalami krisis kemanusiaan akibat blokade berkepanjangan Israel.

Insiden ini justru semakin meneguhkan semangat solidaritas internasional untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina. (fin)

 

Editor : AA Arsyadani
#Global Sumud Flotilla #Indonesia Global Peace Convoy #Free Palestine #wanda hamidah