JAKARTA, Jawa Pos Radar Lawu – Muhammad Qodari resmi dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) oleh Presiden Prabowo Subianto dalam reshuffle jilid III Kabinet Merah Putih, Rabu (17/9/2025).
Penunjukan ini menjadi salah satu kejutan dalam perombakan kabinet terbaru.
M. Qodari bukanlah nama asing dalam dunia politik Indonesia. Ia dikenal sebagai pengamat politik, pendiri lembaga survei, dan penggagas gagasan kontroversial Jokowi-Prabowo 2024 (Jokpro 2024).
Riwayat Pendidikan M. Qodari
M. Qodari lahir pada 15 Oktober 1973. Ia menempuh pendidikan tinggi sebagai berikut:
S-1 Psikologi Sosial, Universitas Indonesia (1992–1997)
S-2 Political Behaviour, University of Essex, Inggris (2001–2002)
S-3 Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada (2008–2016)
Disertasinya mengangkat tema “Split-Ticket Voting pada Pemilu 2014”.
Dengan latar belakang akademik yang kuat, Qodari banyak mengisi peran strategis dalam dunia riset dan media politik di Indonesia.
Karier Profesional dan Dunia Survei
Qodari memulai kiprah sebagai peneliti di beberapa lembaga prestisius seperti ISAI dan CSIS, serta menjadi Direktur Riset LSI.
Ia kemudian mendirikan Indo Barometer pada 2006, yang hingga kini dikenal sebagai salah satu lembaga survei politik berpengaruh.
Selain itu, Qodari juga dikenal sebagai kolumnis dan presenter acara politik di televisi nasional.
Gagasan Jokpro 2024: Kontroversial tapi Populer
Namanya sempat menjadi sorotan publik nasional saat menggagas ide Jokpro 2024, yakni pasangan Jokowi-Prabowo sebagai calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2024.
Ia bahkan hadir di berbagai acara publik, termasuk di program Mata Najwa, sambil mengenakan kaos bertuliskan “Jokpro2024”.
Meski gagasannya tidak terwujud, narasi ini menunjukkan pengaruh dan keberanian Qodari dalam merancang strategi politik.
Penunjukan Strategis oleh Presiden Prabowo
Pengangkatan M. Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan menandakan kepercayaan besar Presiden Prabowo terhadap kapasitas intelektual dan pengaruh politiknya.
Ia menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh Anto M Putranto.
Bersama para menteri dan pejabat baru lain dalam reshuffle kali ini, Qodari diharapkan mampu memberi kontribusi besar dalam menopang kebijakan strategis pemerintahan. (kid)
Editor : Nur Wachid