JAKARTA, Jawa Pos Radar Lawu – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan resmi mengumumkan program stimulus ekonomi senilai Rp 200 triliun yang akan digelontorkan pada 2025.
Konferensi pers tersebut salah satunya disiarkan langsung melalui TikTok Antara News, Senin (15/9/2025), dan menarik ribuan penonton.
Dalam siaran tersebut, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dengan gaya santainya menyinggung lambannya respons perbankan dalam menyerap dana stimulus yang sudah disiapkan pemerintah.
"Rp 200 triliun sudah siap Jumat nanti disalurkan ke Himbara. Tapi saat kami rapat, direktur bank bilang: Kami hanya sanggup menyerap Rp 7 triliun. Ya sudah, biar mereka yang mikir!" ucap Purbaya disambut gelak tawa audiens.
Prioritas: Kredit Perumahan dan Pekerjaan di Sektor Kelautan
Program stimulus ini menyasar dua sektor besar:
1. Kredit Program Perumahan
Dana akan disalurkan melalui Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) dalam bentuk subsidi kredit rumah.
Target supply: Rp117 triliun, demand hanya Rp13 triliun.
Target unit: 320 ribu rumah tipe 36 dengan 2-3 kamar.
Subsidi bunga:
Dengan penempatan dana pemerintah: 5% per tahun.
Tanpa penempatan: 6% per tahun.
2. Perluasan Kesempatan Kerja di Sektor Kelautan dan Perikanan
Revitalisasi tambak Pantura seluas 20.413 ha untuk tingkatkan produksi 1,18 juta ton (anggaran: Rp30,6 triliun).
Pembangunan 1.100 Kampung Nelayan Merah Putih (anggaran: Rp24,2 triliun).
Modernisasi 1.000 kapal perikanan (anggaran: Rp48 triliun).
Pembangunan Kawasan Tambak Udang Terintegrasi melalui modeling 1.361 ha.
Netizen: Moga Tahun Depan Dapat Kerja!
Komentar warganet membanjiri live TikTok Antara saat konferensi berlangsung. Salah satunya berharap stimulus ini benar-benar berdampak langsung ke masyarakat.
"Moga tahun depan dapat pekerjaan," tulis akun @xxacctilly.
"Terlalu banyak mantri!" tambah Philipus Philipus.
Ada pula yang mengeluh, "Lag oyy..."
Sindiran Halus untuk Perbankan?
Pernyataan Purbaya bahwa pemerintah sudah siapkan dana, namun bank mengaku hanya bisa menyerap Rp7 triliun, dianggap sindiran halus untuk perbankan pelat merah.
Netizen langsung menyambut nama "Pak Purbaya" di kolom komentar sebagai bentuk apresiasi gaya komunikasinya yang lugas dan tak bertele-tele. (kid)
Editor : Nur Wachid