Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

BEM UI Desak Prabowo Copot Purbaya dari Kursi Menkeu Usai Singgung 17+8 Tuntutan Rakyat, Begini Klarifikasi dan Faktanya

Sukma Maharani Putri • Kamis, 11 September 2025 | 18:06 WIB

 

 

Menkeu Purbaya
Menkeu Purbaya

Jawa Pos Radar Lawu – Gelombang aksi unjuk rasa kembali mengguncang ibu kota. Aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil turun ke jalan menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Selasa (9/9).

Aksi tersebut dipimpin oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang mendesak Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan (Menkeu).

Pemicunya adalah pernyataan Purbaya yang dianggap meremehkan 17+8 Tuntutan Rakyat. Ucapan itu menuai kritik keras karena dinilai menyakitkan hati masyarakat.

BEM UI: Ucapan Purbaya Menyakitkan Hati Rakyat

Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Diallo Hujanbiru, menyebut komentar Purbaya tidak pantas keluar dari seorang pejabat negara.

“Baru satu hari menjabat, dia sudah langsung mengeluarkan pernyataan yang luar biasa mengecewakan, luar biasa menyakitkan hati rakyat, karena mengecilkan suara masyarakat,” tegas Diallo di lokasi aksi.

Ia menambahkan, ucapan itu seolah meremehkan penindasan yang dialami rakyat.

“Kalau memang tidak mampu memahami penderitaan rakyat, lebih baik mundur saja,” lanjutnya.

Wiranto dan Kapolri Ikut Disorot

Selain Purbaya, BEM UI juga menyinggung pernyataan Wiranto selaku Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan.

Menurut mereka, ucapan Wiranto yang menyebut pemerintah akan kerepotan jika seluruh tuntutan rakyat dipenuhi menunjukkan kurangnya empati.

“Nggak usah bernegara kalau merasa repot. Banyak orang yang lebih kompeten dari Anda,” kata Diallo.

Tak hanya itu, BEM UI juga menuntut pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan figur yang lebih humanis dan berpihak kepada rakyat.

Purbaya Minta Maaf: Ada Kekeliruan Penyampaian

Menanggapi kontroversi tersebut, Menkeu Purbaya akhirnya buka suara.

Ia menyampaikan permintaan maaf terkait pernyataannya yang viral.

“Kalau kemarin salah ngomong, saya minta maaf,” ujar Purbaya usai bertemu Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan.

Ia menegaskan maksud ucapannya bukan untuk meremehkan aspirasi masyarakat.

Menurutnya, dalam kondisi ekonomi tertekan, mayoritas rakyat pasti terdampak hingga bisa memicu aksi demonstrasi.

“Saya kaget juga pernyataan kemarin viral. Tapi ini jadi proses pembelajaran untuk memperbaiki komunikasi publik,” jelasnya.

Fokus Pemulihan Ekonomi

Lebih lanjut, Purbaya menekankan bahwa fokusnya sebagai Menkeu adalah memperluas lapangan kerja agar kesejahteraan masyarakat meningkat.

“Ada banyak hal yang bisa diperbaiki supaya masyarakat lebih mudah mendapat pekerjaan. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan bersama,” ungkapnya.

Meski sudah meminta maaf, BEM UI tetap mendesak Presiden Prabowo mempertimbangkan pencopotan Menkeu Purbaya.

Aksi ini menegaskan bahwa suara rakyat tidak boleh diremehkan, karena menjadi fondasi kepercayaan publik terhadap pemerintah. (fin)

 

Editor : AA Arsyadani
#menteri keuangan #BEM UI Desak Menkeu Purbaya #Menkeu Purbaya #pemulihan ekonomi