Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Alat Pemantau Vulkanik Gunung Kelud Seharga Rp 1 Miliar Dicuri, Petugas Pos Lapor ke Polisi

Nur Wachid • Kamis, 11 September 2025 | 16:48 WIB
Alat pemantau aktivitas vulkanik Gunung Kelud raib dicuri, harganya mencapai Rp 1 miliar.
Alat pemantau aktivitas vulkanik Gunung Kelud raib dicuri, harganya mencapai Rp 1 miliar.

BLITAR, Jawa Pos Radar Lawu – Dua alat vital pemantau aktivitas Gunung Kelud di Stasiun Jura, Karangrejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, dilaporkan hilang akibat pencurian.

Kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

Alat yang hilang terdiri dari sensor seismik dan alat deformasi, yang digunakan untuk membaca pergerakan tanah dan aktivitas vulkanik.

Tak hanya itu, enam aki penyuplai daya yang mendukung sistem pemantauan juga raib digondol maling.

Kronologi dan Lokasi Pencurian

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Kelud, Budi Prianto, menyampaikan bahwa kasus ini pertama kali terdeteksi pada 8 September 2025.

Sebelumnya, alat pantau sempat mengalami gangguan sinyal dan diduga hanya karena faktor jaringan.

Namun setelah dilakukan pengecekan langsung ke lapangan, pihak PGA Kelud mendapati bahwa alat-alat tersebut benar-benar hilang.

Pos sensor yang berlokasi sekitar tiga kilometer dari puncak Gunung Kelud sisi selatan, tepatnya dekat aliran Kali Kuning, ditemukan dalam kondisi pintu jebol dan instalasi berserakan.

Ganggu Mitigasi Bencana Gunung Api

Pencurian ini sangat berisiko karena berdampak langsung pada akurasi analisis data kegempaan dan deformasi Gunung Kelud.

Tanpa alat tersebut, potensi letusan atau aktivitas vulkanik bisa tidak terdeteksi secara dini.

"Presisi analisis data gempa terganggu, dan ini sangat berbahaya karena bisa menghambat upaya mitigasi bencana," ujar Budi Prianto dalam siaran Radio Mayangkara.

Langkah Lanjutan dan Himbauan untuk Masyarakat

PGA Kelud telah melaporkan kasus ini ke Polsek Gandusari.

Selain itu, mereka juga mengimbau masyarakat dan para pendaki agar ikut menjaga fasilitas vital seperti ini.

"Peralatan pemantauan sangat penting untuk keselamatan bersama. Kami mohon kesadaran semua pihak agar menjaga fasilitas ini dari potensi perusakan atau pencurian," tegas Budi.

Reaksi Netizen: Kok Bisa Dicuri?

Kasus ini memicu reaksi publik di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan bagaimana alat sepenting itu bisa hilang tanpa pengawasan.

"Piye to kok iso dicolong? Lek gununge ambekan gede gak kedeteksi iso bahaya," tulis salah satu pengguna TikTok.

Warganet lain juga mempertanyakan fungsi alat itu jika sampai jatuh ke tangan yang salah.

Perkembangan penyelidikan masih berjalan. Hingga kini, pelaku pencurian belum teridentifikasi.

Pihak berwenang akan mendalami dugaan motif dan jaringan yang terlibat, termasuk kemungkinan dijualnya alat-alat itu ke pasar gelap. (kid)

Editor : Nur Wachid
#Alat pemantau #rp 1 miliar #dicuri #aktivitas vulkanik #gunung kelud