Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Korban Mutilasi Pacet Ternyata Alumni Universitas Trunojoyo Madura, Pelaku Alvi Maulana Kekasihnya Sendiri!

Nur Wachid • Senin, 8 September 2025 | 19:55 WIB
Korban mutilasi Pacet Mojokerto merupakan alumni Universitas Trunojoyo Madura.
Korban mutilasi Pacet Mojokerto merupakan alumni Universitas Trunojoyo Madura.

Jawa Pos Radar Lawu – Identitas korban mutilasi Pacet Mojokerto yang jasadnya ditemukan dalam ratusan potongan akhirnya terungkap.

Korban mutilasi berinisial TAS (25) diketahui merupakan alumni Universitas Trunojoyo Madura, jurusan Manajemen, dan berasal dari Desa Made, Kecamatan Lamongan.

Selama ini, TAS tinggal di sebuah kos di kawasan Lakarsantri, Surabaya, bersama kekasihnya Alvi Maulana (24), yang ternyata menjadi pelaku pembunuhan keji tersebut.

“Informasi dari keluarga memang terbatas karena korban jarang berkomunikasi. Namun, kami sudah identifikasi pelaku dan berhasil menangkapnya,” ungkap Kasi Humas Polres Mojokerto, Suyanto.

Dibekuk 14 Jam Setelah Jasad Ditemukan

Rangkaian pengungkapan kasus ini terbilang cepat.

Setelah warga menemukan potongan tubuh manusia di semak-semak Desa Pacet Selatan pada Sabtu (7/9) pukul 11.00 WIB, Satreskrim Polres Mojokerto segera melakukan penyelidikan. Identitas korban berhasil dipastikan pada pukul 19.00 WIB.

Kurang dari 14 jam, pelaku Alvi Maulana ditangkap pada Minggu (8/9) pukul 01.00 WIB di kamar kosnya di kawasan Lidah Wetan, Surabaya.

“Pelaku sempat melakukan perlawanan dan berusaha menyerang anggota dengan senjata tajam. Kami terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan di kedua betis,” ujar AKP Fauzy Pratama, Kasat Reskrim Polres Mojokerto.

Tindakan Sadis, Jasad Dipotong Ratusan Bagian

Dari hasil penyelidikan sementara, Alvi melakukan pembunuhan terhadap TAS di kamar kos mereka.

Setelah korban tewas ditusuk, pelaku memutilasi tubuhnya menjadi lebih dari 60 potongan.

Lalu membuang sebagian di Pacet dan menyembunyikan sebagian lainnya di lemari serta mengubur di halaman kos.

“Pelaku melakukan semua proses pembunuhan dan mutilasi seorang diri,” tegas AKP Fauzy.

Alasan Pelaku: Tuntutan Gaya Hidup Korban

Sebelumnya, polisi mengungkap motif di balik pembunuhan ini.

Alvi mengaku kesal dengan sikap korban yang dianggap terlalu menuntut dalam hubungan, terutama dalam hal gaya hidup.

Cekcok yang kerap terjadi selama tinggal bersama akhirnya memicu emosi pelaku yang berujung tragedi berdarah.

Saat ini, Alvi Maulana masih menjalani perawatan akibat luka tembak, sebelum nantinya akan diproses hukum lebih lanjut di Mapolres Mojokerto.

Polisi masih mendalami aspek-aspek lain dari kasus ini, termasuk kemungkinan gangguan kejiwaan dan motif tersembunyi lain. (kid)

Editor : Nur Wachid
#pelaku #Alvi maulana #korban mutilasi #mojokerto #update #universitas trunojoyo madura #Mutilasi pacet #tas