Jawa Pos Radar Lawu - Kasus mengerikan yang menimpa Tiara Angelina Saraswati akhirnya terungkap setelah polisi berhasil mengidentifikasi korban mutilasi di Pacet, Mojokerto.
Dalam konferensi pers, pihak kepolisian secara resmi mengungkap kronologi kasus mutilasi Tiara Angelina Saraswati yang sempat membuat masyarakat heboh.
Identitas korban dipastikan melalui pemeriksaan sidik jari dengan sistem MAMBIS, setelah sebelumnya ditemukan 65 potongan tubuh di beberapa lokasi.
Fakta sebenarnya pun mulai terbuka, termasuk hubungan korban dengan pelaku dan dugaan kuat adanya masalah rumah tangga sebagai pemicu tragedi berdarah ini.
Kronologi Kejadian
Sabtu, 6 September 2025: Warga Pacet, Mojokerto, menemukan potongan tubuh manusia dalam kondisi tercecer di beberapa titik.
Polisi segera mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan intensif bersama tim Inafis.
Hasil identifikasi forensik mengungkap bahwa korban adalah Tiara Angelina Saraswati, seorang perempuan muda lulusan perguruan tinggi asal Lamongan.
Pelaku diketahui adalah Alvi Maulana (24), suami siri korban, yang akhirnya diamankan polisi.
Motif awal diduga dipicu masalah rumah tangga, meski penyelidikan masih berlangsung.
Sosok Tiara Angelina Saraswati
Warga sekitar mengenal Tiara sebagai sosok pendiam, sopan, dan jarang bergaul. Ia merupakan anak dari pasangan penjual es di Alun-alun Lamongan.
Setelah lulus kuliah, Tiara merantau ke Surabaya untuk bekerja, meninggalkan adik perempuannya yang masih bersekolah.
Kehidupannya yang sederhana membuat kabar kepergiannya dengan cara tragis ini semakin menyayat hati.
Reaksi dan Langkah Polisi
Kapolres Mojokerto memastikan pelaku sudah ditangkap dan kasus akan ditangani dengan serius.
Polisi menegaskan akan mengungkap motif lengkap, rekonstruksi kejadian, hingga proses hukum yang akan menjerat pelaku dengan pasal berlapis terkait pembunuhan berencana.
Kasus mutilasi Tiara Angelina Saraswati bukan hanya peristiwa kriminal, melainkan juga tragedi kemanusiaan yang meninggalkan luka mendalam.
Publik berharap keadilan ditegakkan seadil-adilnya, sementara keluarga korban didoakan agar diberi kekuatan menghadapi cobaan besar ini. (ghiska-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid