Jawa Pos Radar Lawu - Warga Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, digemparkan dengan penemuan lima jenazah yang terkubur dalam satu liang di sekitar rumah korban, Senin (1/9).
Peristiwa mengerikan itu terungkap setelah warga mencium bau busuk yang mencurigakan.
Ema (55), kerabat korban, menjadi salah satu saksi pertama yang mencium aroma menyengat dari arah samping rumah keluarga Sachroni.
Ia mengaku curiga karena rumah tersebut tampak sepi dan penghuni tidak bisa dihubungi selama beberapa hari.
“Awalnya kami curiga karena keluarga Sachroni tidak bisa dihubungi sejak beberapa hari. Rumah juga sepi tanpa aktivitas,” kata Ema di Indramayu, Rabu (3/9).
Bersama seorang tetangga, Ema memberanikan diri mendobrak pintu rumah sekitar pukul 17.30 WIB.
Namun langkahnya terhenti saat menuju halaman belakang karena bau busuk semakin kuat dari gundukan tanah di bawah pohon nangka.
“Pas dilihat lebih dekat, terlihat kaki manusia muncul dari tanah. Itu jasad Haji Sachroni. Saya langsung minta tolong,” ungkapnya.
Ema menuturkan, polisi kemudian datang ke lokasi sekitar pukul 19.30 WIB untuk melakukan penggalian.
Dari hasil penggalian ditemukan lima jenazah sekaligus, yakni Haji Sachroni (76), anaknya Budi Awaludin (40), menantunya Euis Juwita Sari (37), seorang anak berusia tujuh tahun, dan seorang bayi berusia 10 bulan.
“Yang mengangkat jenazah lain adalah polisi. Saya hanya lihat pertama kali jasad Haji Sachroni,” imbuhnya dengan nada haru.
Baca Juga: PNS Siap-Siap! Gaji dan 6 Tunjangan Ini Cair September 2025 dengan Nominal Tertinggi
Sementara itu, tetangga korban, Sohib (42), mengaku komunikasi keluarga Sachroni dengan warga sekitar terputus sejak Kamis (28/8).
Ia juga mengungkapkan adanya dua mobil pikap yang berhenti di depan rumah korban pada Sabtu (30/8) dini hari. Namun saat itu warga tidak menaruh curiga.
“Baru setelah jenazah ditemukan, warga sadar ada kaitannya dengan kejadian itu,” kata Sohib.
Kasus tragis ini masih dalam penyelidikan kepolisian. Warga berharap motif dan pelaku segera terungkap, mengingat salah satu korban adalah bayi yang baru berusia 10 bulan. (fin)
Editor : AA Arsyadani