Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Demo 1 September, Sekolah di Ponorogo, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Kendari, dan Kalimantan Belajar Daring

Nur Wachid • Senin, 1 September 2025 | 18:40 WIB

Sekolah diminta belajar daring antisipasi kericuhan demo 1 September.
Sekolah diminta belajar daring antisipasi kericuhan demo 1 September.

Jawa Pos Radar Lawu – Gelombang aksi demonstrasi yang mencuat sejak 25 Agustus 2025 hingga trending demo 1 September di kawasan Gedung DPR/MPR RI terus meluas dan berdampak ke berbagai sektor, termasuk pendidikan.

Untuk mengantisipasi kericuhan dan menjamin keselamatan siswa, sejumlah pemerintah daerah mengambil kebijakan strategis dengan menerapkan pembelajaran daring.

Sejumlah wilayah seperti Ponorogo, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Kendari, dan Kalimantan kompak menginstruksikan agar aktivitas belajar mengajar dilakukan secara jarak jauh.

Kebijakan ini bersifat situasional dan disesuaikan dengan eskalasi lapangan serta kedekatan lokasi sekolah dengan titik aksi massa.

Ponorogo: ASN Tak Boleh Pakai Seragam Dinas, Sekolah Diimbau Daring

Pemkab Ponorogo sebelumnya telah mengeluarkan instruksi agar aparatur sipil negara (ASN) mengenakan pakaian kasual dan tidak menggunakan kendaraan pelat merah untuk menghindari potensi konflik saat demo.

Beberapa sekolah, terutama yang dekat titik keramaian, juga diimbau untuk menerapkan pembelajaran daring pada 1 September 2025.

Jakarta: Madrasah Wajib Daring, Sekolah Reguler Menyesuaikan

Di Ibu Kota, Dinas Pendidikan DKI Jakarta meminta seluruh satuan pendidikan tetap waspada.

Sementara itu, Kementerian Agama DKI Jakarta mewajibkan semua madrasah dari jenjang Raudhatul Athfal hingga Madrasah Aliyah, baik negeri maupun swasta, untuk menerapkan belajar dari rumah.

Sekolah reguler tetap diperbolehkan beroperasi normal, kecuali yang berdekatan dengan titik demonstrasi seperti DPR, Monas, atau kementerian.

Surabaya: Libur Total, PJJ Mulai 1 hingga 4 September

Langkah paling tegas diambil Dinas Pendidikan Surabaya yang langsung meliburkan seluruh sekolah, mulai dari jenjang PAUD, SD hingga SMP, selama empat hari ke depan.

Siswa diwajibkan mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah mulai 1 hingga 4 September.

“Kami ingin memastikan keamanan siswa tetap terjaga tanpa mengorbankan proses pembelajaran,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh.

Yogyakarta: Sekolah Tatap Muka Diizinkan, tapi...

Di Yogyakarta, Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Kota Yogyakarta memberikan kelonggaran bagi sekolah untuk tetap melakukan pembelajaran tatap muka.

Namun, sekolah diwajibkan untuk memperketat keamanan, bekerja sama dengan aparat, dan melakukan koordinasi aktif selama aksi berlangsung.

Kendari dan Kalimantan: Imbauan Belajar dari Rumah

Kebijakan serupa juga diterapkan di Kendari dan sejumlah wilayah di Kalimantan, terutama kota-kota besar yang berpotensi terkena imbas aksi solidaritas atau demo serentak nasional.

Pemerintah daerah setempat mengimbau agar sekolah beralih ke sistem daring hingga situasi dinyatakan benar-benar kondusif.

Orang Tua Diminta Dampingi Anak

Pemerintah dan dinas pendidikan di berbagai daerah juga mengimbau orang tua untuk mendampingi anak-anak selama belajar dari rumah.

Sementara guru diminta tetap aktif memberikan materi dan bimbingan melalui platform digital seperti WhatsApp, Google Classroom, atau Zoom. (kid)

Editor : Nur Wachid
#jogja #Demo 1 september #sekolah #kalimantan #belajar daring #kendari #jakarta #yogyakarta #surabaya #ponorogo