Jawa Pos Radar Lawu - Nama Ahmad Sahroni, politisi Partai NasDem sekaligus anggota DPR RI, kembali menjadi sorotan publik.
Setelah sebelumnya dicopot dari jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, kini pria yang kerap dijuluki “Crazy Rich Priok” itu diterpa isu baru yang viral di media sosial.
Sebuah unggahan akun X (Twitter) @pig_deztroyer, yang kemudian diunggah ulang oleh akun Instagram @wakandafolk, memicu kegaduhan dengan tuduhan bahwa Sahroni memiliki tiga wanita simpanan.
Tidak hanya sekadar klaim, akun tersebut bahkan menyinggung identitas para perempuan yang disebut dekat dengannya.
Mulai dari lingkaran Partai NasDem, kalangan hiburan, hingga pengusaha muda dari organisasi HIPMI.
Dalam narasinya, akun itu menyebut secara rinci identitas tiga perempuan yang dituding dekat dengan Sahroni, lengkap dengan narasi detail soal latar belakang mereka.
Akun Instagram @officialnandriani sebagai “gundik pertama” yang dikaitkan dengan aktivitas politik NasDem.
Disebutkan pula dua nama lain, yakni @_priciliawulan dan @Dina_albens, yang dituding memiliki hubungan spesial dengan Sahroni.
Tudingan ini sontak memicu reaksi keras warganet.
Banyak yang melontarkan komentar bernada kecewa hingga marah di berbagai platform.
“Kalau benar, ini mempermalukan partai dan masyarakat yang memilihnya,” tulis salah satu netizen.
Ada pula yang menilai isu ini bisa memperburuk citra NasDem, terutama menjelang dinamika politik yang kian panas.
Meski ramai diperbincangkan, hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari Ahmad Sahroni terkait tuduhan tersebut.
Publik masih menunggu apakah ia akan angkat bicara atau memilih diam.
Fenomena ini sekaligus memperlihatkan bagaimana media sosial berperan besar dalam membentuk opini publik.
Isu pribadi pejabat publik sering kali dikaitkan dengan kepentingan politik, apalagi di tengah situasi nasional yang memanas dengan maraknya demonstrasi sejak akhir Agustus 2025.
Jika tidak segera memberikan respons, isu ini berpotensi menjadi bola liar yang bukan hanya merugikan citra Sahroni secara pribadi, tetapi juga bisa berdampak pada posisi politiknya di DPR maupun pada partai yang menaunginya. (*)
Editor : Riana M.