Jawa Pos Radar Lawu – Nama Barracuda Brimob mendadak jadi buah bibir masyarakat setelah dikaitkan dengan insiden tragis yang merenggut nyawa seorang driver ojek online dalam sebuah aksi demonstrasi.
Kendaraan taktis lapis baja ini disebut-sebut melindas korban hingga tewas, sehingga memicu gelombang kecaman dan rasa duka mendalam.
Di balik sorotan publik tersebut, Barracuda sejatinya merupakan kendaraan khusus yang dirancang untuk pengendalian massa dan operasi taktis.
Bukan mobil sembarangan, Barracuda didatangkan dari Korea Selatan dengan banderol harga mencapai Rp149,9 miliar hingga Rp203,9 miliar per unit.
Nilai yang fantastis ini sebanding dengan teknologi pertahanan yang dimilikinya.
Tak hanya harganya, bobot Barracuda juga membuat publik terperangah. Dengan berat mencapai 11,7 ton atau setara 11.700 kilogram, kendaraan ini benar-benar ibarat raksasa di jalanan.
Ukurannya pun besar, panjang lebih dari enam meter, lebar hampir dua setengah meter, dan tinggi sekitar dua setengah meter.
Tak heran jika saat bergerak, mobil ini bisa menjadi ancaman mematikan bagi apa pun yang berada di jalurnya.
Barracuda dibangun di atas sasis Mercedes-Unimog 5000 dengan mesin diesel 3.730 cc bertenaga 218 hp.
Meskipun bobotnya belasan ton, kendaraan ini mampu melaju hingga 100 km/jam.
Tak hanya di jalan raya, Barracuda juga bisa melibas medan off-road, menjadikannya salah satu kendaraan taktis paling andal di dunia.
Perlindungan menjadi daya tarik utamanya. Kendaraan ini dilapisi baja setebal 8 mm dan kaca balistik 4 mm yang tahan peluru.
Tangki bahan bakarnya berkapasitas 250 liter dengan jarak tempuh hingga 1.160 km, sehingga mampu bertahan dalam operasi panjang.
Namun, di balik semua kecanggihan itu, tragedi yang menimpa driver ojol menunjukkan sisi lain yang menakutkan.
Kendaraan seharga ratusan miliar ini, yang seharusnya melindungi keamanan, justru dikaitkan dengan hilangnya nyawa rakyat kecil.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kekuatan besar, jika salah digunakan, bisa membawa konsekuensi yang fatal. (win)
Editor : Riana M.