Jawa Pos Radar Lawu - Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Mahaputera Utama kepada Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Infanteri Teddy Indra Wijaya dalam upacara tanda kehormatan di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025).
Lebih dari seratus tokoh masyarakat, purnawirawan TNI, anggota Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga legislatif, tokoh kehakiman, kepolisian, musisi, hingga budayawan turut menerima tanda jasa dan tanda kehormatan dari Presiden Prabowo dalam kesempatan yang sama.
Dalam prosesi penyematan, pembawa acara menyampaikan alasan penganugerahan Bintang Mahaputera kepada Teddy.
"Beliau berjasa luar biasa dalam bidang pemerintahan dan pelayanan publik, dikenal sebagai sosok yang penuh disiplin, tegas, dan loyalitas dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara, aktif memastikan koordinasi lintas kementerian dan lembaga berjalan cepat, dan efisien sehingga terwujudnya pelayanan yang efektif untuk masyarakat Indonesia," ujar pembawa acara.
Presiden Prabowo kemudian mengalungkan selempang tanda kehormatan ke bahu Teddy Indra Wijaya dan menyematkan patra Bintang Mahaputera Utama di dada kirinya.
Usai menerima penghargaan, Teddy memberikan hormat kepada Presiden, yang langsung menyambut dengan jabatan tangan erat.
Dalam momen bersejarah itu, hadir pula ibunda Teddy, Mayor Caj (K) Patris R. A. Rumayan. Presiden Prabowo tidak hanya menyalami Teddy, tetapi juga menyapa sang ibunda.
Bintang Mahaputera Utama sendiri merupakan salah satu tanda kehormatan tertinggi Republik Indonesia yang diberikan kepada tokoh berjasa menjaga keutuhan, kelangsungan, dan kejayaan NKRI.
Tanda kehormatan ini pertama kali diberikan pada 1961 dan rutin dianugerahkan setiap Agustus bertepatan dengan HUT RI.
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga turut menerima penghargaan, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (fin)