Jawa Pos Radar Lawu - Amerika Serikat melalui badan antariksa nasionalnya, NASA, mengumumkan ambisi besarnya untuk menjadi negara pertama yang membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Bulan.
Targetnya, proyek ini akan terealisasi sebelum tahun 2029.
NASA menyatakan bahwa langkah ini penting untuk mendukung misi eksplorasi luar angkasa jangka panjang.
Termasuk potensi kolonisasi Bulan dan Mars. PLTN akan menjadi sumber energi utama untuk berbagai keperluan teknologi dan kehidupan di luar Bumi.
Sean Duff, salah satu petinggi NASA, menegaskan bahwa pembangunan PLTN ini merupakan langkah strategis yang menandai persaingan antariksa modern, terutama dengan China dan Rusia.
"AS harus menempatkan reaktor nuklir pertama di Bulan sebelum negara lain melakukannya," kata Sean, dikutip dari CNBC (6/8).
Misi ini menjadi bagian dari proyek ambisius NASA untuk mengamankan dominasi teknologi dan energi di luar angkasa.
Misi eksplorasi antariksa ini sekaligus membuka babak baru dalam sejarah energi nuklir dunia. (fin)
Editor : AA Arsyadani