WONOGIRI, Jawa Pos Radar Lawu – Jejak panjang tambang emas di Bukit Randu Kuning, Kecamatan Selogiri, Wonogiri ternyata menyimpan kisah menarik.
Jauh sebelum temuan cadangan emas dan tembaga raksasa oleh perusahaan Australia, kawasan ini sudah lebih dulu dibuka oleh para penambang tradisional asal Klaten sejak tahun 1990.
Data sejarah menyebutkan, penambang tanah merah dari Klaten menjadi pionir penambangan emas secara tradisional di Desa Jendi, Selogiri.
Mereka mengolah batuan menggunakan teknik manual dan memicu gelombang ekonomi baru di wilayah yang sebelumnya hanya mengandalkan sektor pertanian.
Dari Aktivitas Tradisional Hingga Potensi Emas 1,5 Juta Ton
Temuan ini diperkuat oleh hasil eksplorasi Departemen Pertambangan yang mengungkap potensi emas di Desa Keloran dan Jendi mencapai kandungan emas 194.423 ton, dengan kadar bijih emas sekitar 10–15 gram per ton.
Angka ini setara dengan 1,5 juta ton bijih emas, menjadikan Selogiri sebagai salah satu titik emas terbesar di Pulau Jawa.
“Pertambangan emas di Bukit Randu Kuning sudah berlangsung sejak 1990, saat itu belum legal,” tulis peneliti Suyatmi Wijaya dalam penelitiannya berjudul Perubahan Sosial Ekonomi Penambang Emas Desa Jendi 1990–2011.
Masih dilansir dari penelitian tersebut, pada era 1995, produksi tambang mencapai puncaknya, meski masih berstatus ilegal.
KUD Selogiri kemudian berupaya mendapatkan legalitas dan baru berhasil mengantongi izin hingga 2003.
Baca Juga: 7 Tempat Wisata Air Terbaru di Kebumen 2025, Ada Curug Tersembunyi sampai Waduk dengan Kapal Naga!
Namun, pasca-berakhirnya izin, aktivitas penambangan tetap berlanjut secara informal.
Dampak Sosial Ekonomi Tambang: Dari Buruh Tani Jadi Penambang
Penambangan emas turut mengubah struktur sosial ekonomi warga lokal.
Buruh tani beralih menjadi penambang, perantau pulang kampung untuk ikut menggali emas, dan penghasilan masyarakat pun meningkat drastis.
Tak hanya ekonomi, dampaknya juga terasa dalam interaksi sosial.
Muncul berbagai paguyuban tambang dan organisasi berbasis komunitas.
Serta kedatangan penambang dari luar daerah yang membentuk jaringan kerja informal di Selogiri.
Investor Asing Mulai Melirik
Potensi emas di Randu Kuning dilirik oleh investor asing.
Salah satunya Augur Resources Ltd, perusahaan asal Sydney, Australia yang menyebut luasan wilayah emas di Selogiri mencapai 3.928 hektare.
Pemerintah Kabupaten Wonogiri juga membuka peluang kerja sama untuk pengembangan tambang emas ini secara legal dan berkelanjutan.
Tujuannya tidak hanya menaikkan pendapatan asli daerah (PAD), tetapi juga menjamin keberlanjutan dan keselamatan lingkungan. (kid)
Editor : Nur Wachid