Jawa Pos Radar Lawu – Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang sebelumnya melanda Jember kini mulai merembet ke Lumajang. Sejak beberapa hari terakhir, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Lumajang mulai mengalami lonjakan pembelian yang signifikan, bahkan stok yang seharusnya cukup untuk satu hari habis hanya dalam beberapa jam saja.
Pemicunya adalah banyaknya warga Jember yang memilih mengisi BBM di Lumajang akibat langkanya pasokan di wilayah mereka. Fenomena ini membuat Lumajang ikut terdampak parah, terutama di kawasan perkotaan.
Kiriman BBM Tambahan Datang dari Madiun dan Tulungagung
Untuk mencegah terganggunya distribusi dan mengurai antrean, pasokan BBM untuk Lumajang dan Jember kini mulai disuplai dari beberapa daerah tambahan seperti Madiun dan Tulungagung. Hal ini disampaikan oleh Kabag Sumber Daya Alam (SDA) Lumajang, Yudho Hariyanto.
“Hari ini kita ketambahan kiriman dari Madiun dan Tulungagung untuk distribusi Jember–Lumajang,” ungkap Yudho.
“Sebenarnya sudah ada kuota tahunan dari Pertamina, tapi dalam kondisi darurat seperti ini tetap ada suplai tambahan, terutama untuk BBM subsidi.”
Selain itu, pasokan BBM Jember juga akan didukung dari Surabaya dan beberapa wilayah lain guna mempercepat normalisasi distribusi.
88 Ribu Liter Pertalite Sudah Didistribusikan ke Lumajang
Berdasarkan data dari SDA Lumajang, hingga saat ini sudah ada total 88 ribu liter pertalite yang disalurkan ke sejumlah SPBU, berikut rinciannya:
• SPBU Nogosari: 16.000 liter
• SPBU Tempeh Lor: 16.000 liter
• SPBU Klalah: 24.000 liter
• SPBU Kedungjajang: 8.000 liter
• SPBU Wonorejo: 24.000 liter
Selain itu, beberapa SPBU lain juga sedang dalam proses pengiriman BBM dari depo.
Baca Juga: Jember Krisis BBM, Gus Fawait Umumkan Kebijakan Darurat: Sekolah Online dan ASN Kerja Bebas Lokasi!
Harapan Normalisasi Mulai Malam Ini
Yudho optimistis bahwa antrean BBM bisa mulai mereda malam ini, asalkan pengiriman ke Jember bisa segera terpenuhi. Salah satu kendala distribusi BBM ke Jember adalah akses jalan dari Banyuwangi yang sempat tertutup, padahal jalur itu menjadi rute utama suplai BBM untuk wilayah Jember.
“Kemungkinan nanti malam sudah landai lagi, asal pengiriman Jember bisa dipenuhi,” pungkasnya.
Lonjakan permintaan BBM di Lumajang akibat limpahan konsumen dari Jember menunjukkan dampak krisis BBM yang semakin luas. Meski pasokan tambahan telah dikirimkan, masyarakat diimbau tetap bijak dalam membeli BBM dan menghindari panic buying agar stok bisa mencukupi bagi semua warga. (fin)
Editor : AA Arsyadani