Jawa Pos Radar Lawu - Emas bukanlah barang baru di bumi Nusantara. Sejarah emas dimulai sejak zaman kerajaan-kerajaan kuno.
Logam mulia ini telah memainkan peran besar dalam kehidupan sosial, budaya, dan politik masyarakat Indonesia.
Tak hanya sebagai perhiasan, emas menjadi simbol kekuasaan, alat upacara keagamaan, dan bahkan sarana diplomasi antarbangsa.
Jejak emas di Nusantara bisa ditelusuri sejak lebih dari seribu tahun lalu. Berikut ini adalah kilas balik sejarah emas Indonesia sejak zaman kerajaan:
Baca Juga: 5 Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita yang Sering Diabaikan, Nomor 3 Mengejutkan!
Sriwijaya dan Emas sebagai Simbol Spiritual
Kerajaan Sriwijaya di Sumatra telah memanfaatkan emas sejak abad ke-7.
Arca-arca Buddha berlapis emas dan perhiasan yang digunakan dalam upacara keagamaan menunjukkan peran emas sebagai simbol spiritual dan kekayaan negara maritim ini.
Baca Juga: 7 Cara Terbukti Ampuh Membedakan Emas Asli dan Palsu: Waspadai Penipuan, Cek Dulu Sebelum Beli!
Sriwijaya juga memanfaatkan emas sebagai komoditas perdagangan lintas Asia Tenggara.
Majapahit: Emas dan Kekuatan Politik Jawa Timur
Di masa kejayaan Majapahit, emas digunakan secara luas dalam kehidupan istana. Perhiasan emas, alat upacara, dan bahkan koin logam ditemukan di situs Trowulan, bekas ibu kota kerajaan.
Penggunaan emas menjadi penanda status sosial bangsawan dan simbol kekuasaan kerajaan atas ekonomi dan budaya.
Harta Karun Wonoboyo: Kemewahan Mataram Kuno
Temuan spektakuler berupa harta emas Wonoboyo di Klaten mengungkap kejayaan Mataram Kuno pada abad ke-9.
Terdiri dari hampir 15 kilogram emas dan berbagai benda seni berukir indah, harta ini menunjukkan kemajuan teknologi logam dan nilai budaya tinggi masyarakat Jawa masa itu.
Kutai: Raja dan Sedekah Emas dalam Prasasti Yupa
Kerajaan Kutai Martadipura di Kalimantan Timur adalah salah satu kerajaan tertua di Indonesia yang meninggalkan bukti tertulis mengenai penggunaan emas.
Baca Juga: Viral! Lina Mukherjee Ungkap Sedang Mengandung Anak Bule dengan Usia Kehamilan 6 Minggu
Dalam prasasti Yupa, tercatat Raja Mulawarman memberikan sedekah berupa emas dan ribuan sapi tanda bahwa emas telah menjadi simbol kebaikan, kekuasaan, dan penghormatan kepada para brahmana.
Kerajaan Pesisir: Regalia Emas dan Diplomasi
Di kerajaan-kerajaan pesisir seperti Sambas, Sulawesi Selatan, dan Maluku, emas digunakan sebagai regalia kerajaan: mahkota, keris, dan kalung berlapis emas yang digunakan dalam upacara kenegaraan dan pernikahan bangsawan.
Artefak dari Sambas yang kini disimpan di British Museum membuktikan bahwa penggunaan emas telah meluas hingga ke wilayah timur Nusantara.
Emas sebagai Seni, Teknologi, dan Identitas Budaya
Lebih dari sekadar harta, emas mencerminkan kemajuan seni dan teknologi masyarakat Indonesia masa lampau.
Teknik pengerjaan seperti ukiran timbul (repoussé), filigree, dan detail ornamen menunjukkan bahwa pengrajin emas kerajaan telah menguasai teknologi yang canggih dan estetika tinggi.
Benda-benda emas juga menjadi cermin identitas budaya, spiritual, dan kekuasaan.
Dari arca Buddha di Sriwijaya, mahkota raja di Majapahit, hingga sedekah emas di Kutai, kisah emas di Indonesia telah berlangsung selama lebih dari satu milenium.
Emas adalah bagian dari warisan peradaban kita simbol kejayaan masa lalu dan kekayaan nilai budaya yang masih bersinar hingga hari ini. (ghiska-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid