Jawa Pos Radar Lawu - Sejak Januari-Juni, BPBD Jatim mencatat sudah ada 21 korban jiwa akibat tenggelam/terserat ombat di tempat wisata.
Sebagian berada di destinasi wisata perairan seperti pantai.
Adapun musibah terjadi di beberapa daerah yang berada di pantai Selatan mulai Pacitan, Malang, Jember dan Banyuwangi.
Kawasan Pacitan mendapat sorotan. Tidak hanya tingginya kejadian. Namun jumlah korban tewas yang cukup banyak.
Peristiwa terakhir di Pacitan yakni tewasnya empat wisatawan asal Mojokerto. Mereka terseret ombak dan meninggat saat berada di Pantai Pancer Dor Jumat (20/6).
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar menyebut jika hal itu menjadi bahan evaluasi.
Seluruh tempat wisata sudah dikumpulkan. Mereka diimbau untuk memperhatikan sarana kebencanaan.
Ayub mengatakan jika kepolisian akan bertindak tegas.
Pengelola wisata yang masih ceroboh dan tak disiplin akan dipidanakan.
“Kami ingin semua memperhatikan masalah keselamatan agar tak ada korban lagi,” kata Ayub.
Mantan Penyidik KPK itu menambahkan jika Polres Pacitan juga melakukan upaya lain untuk mendukung keamanan.
Salah satunya membuat lomba wisata aman. Lomba yang mendapat dukungan dari pemkab itu menyasar seluruh pengelola wisata.
Di Pacitan, tercatat ada 24 destinasi wisata yang menjadi unggulan.
Sebanyak 12 diantaranya berupa pantai yang selalu dipadati pengunjung saat liburan.
Untuk memperkuat pengamanan, Polres Pacitan juga tengah mematangkan rencana pembangunan pos polisi air (polair).
Lahan sudah disiapkan, tinggal menunggu proses berikutnya. Rencananya ada tujuh pos yang akan dibangun di sekitar pantai.
Dengan keberadaan polair, penanganan musibah diharapkan lebih cepat. Polisi akan bersiaga dan melakukan pengawasan.
Selain itu, kehadiran aparat akan mendorong pengelola wisata lebih disiplin memenuhi standar keselamatan. (kid)
Editor : Nur Wachid