JAKARTA, Jawa Pos Radar Lawu – Sorotan tajam mengarah kepada Tina Astari, istri Maman Abdurrahman, Menteri UMKM, usai beredarnya surat berkop resmi Kementerian Koperasi dan UMKM yang meminta pendampingan diplomatik dalam kunjungan ke tujuh negara Eropa.
Perjalanan istri Menteri UMKM tersebut diklaim sebagai bagian dari "misi budaya", namun publik mempertanyakan siapa yang mendampingi Tina Astari selama tur Eropa tersebut—karena sang menteri sendiri terlihat berada di tanah air.
Dalam surat bernomor B-466/SM.UMKM/PR.01/2025, yang kini beredar luas di media sosial, tercantum permintaan agar Kedutaan Besar Republik Indonesia di sejumlah negara.
Termasuk Turki, Bulgaria, Belanda, Belgia, Prancis, Swiss, dan Italia—memberikan bantuan dan pendampingan kepada istri menteri dalam kunjungan dari 30 Juni hingga 14 Juli 2025.
Misi budaya itu menuai kritik karena Tina Astari, yang hanya menjabat sebagai Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM.
Hal itu dianggap tidak memiliki posisi struktural dalam pemerintahan yang layak untuk mendapatkan fasilitas negara dalam lawatan luar negeri.
Apalagi, tidak ada keterangan jelas tentang kontribusi kunjungan tersebut terhadap pengembangan sektor UMKM nasional.
Netizen mempertanyakan apakah perjalanan ini murni berkaitan dengan tugas kenegaraan atau justru merupakan agenda pribadi yang dibungkus secara resmi.
Apalagi, muncul pertanyaan publik: ke Eropa dengan siapa Tina Astari sebenarnya berangkat, jika sang menteri tetap berada di Indonesia?
Menteri UMKM Temui KPK, Bawa Dokumen Klarifikasi
Menteri UMKM Maman Abdurrahman akhirnya mendatangi Gedung KPK di Jakarta pada Jumat sore (4/7/2025).
Ia mengaku hadir secara sukarela untuk menyerahkan dokumen klarifikasi terkait surat yang menyangkut nama istrinya.
“Kehadiran saya ke KPK adalah inisiatif pribadi, dalam kapasitas sebagai Menteri UMKM. Ini bentuk pertanggungjawaban saya kepada bangsa dan negara,” ujarnya di depan awak media sebelum memasuki Gedung Merah Putih.
Dalam keterangan lebih lanjut, Maman menyatakan bahwa ia ingin menjelaskan dan menyampaikan dokumen yang berkaitan langsung dengan keberangkatan istrinya, Agustina Hastarini, ke sejumlah negara Eropa.
Ia menyebut pertemuan dengan pihak KPK akan berlangsung singkat, sekitar 30 menit.
Jejak Karier Tina Astari Sebelum Menikah dengan Pejabat Negara
Sebelum dikenal sebagai istri pejabat, Tina Astari—yang memiliki nama asli Agustina Hartarini—adalah aktris sinetron populer di awal 2000-an.
Ia membintangi sejumlah tayangan seperti Zahra, Sinar, hingga Cinta yang Hilang, serta film layar lebar Lari dari Blora dan The Promise.
Setelah menikah dan hengkang dari dunia hiburan, Tina menekuni dunia usaha di bidang kecantikan dan kesehatan.
Kini, keikutsertaannya dalam "misi budaya" yang belum dijelaskan secara spesifik ini mengundang tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Surat Resmi Jadi Bukti Kuat Polemik
Surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim, menyebutkan bahwa kunjungan Tina ke kota-kota besar di Eropa seperti Istanbul, Sofia, Amsterdam, Paris, hingga Milan membutuhkan dukungan penuh dari perwakilan diplomatik Indonesia.
Namun hingga kini belum ada penjelasan detail mengenai bentuk kegiatan yang dilakukan selama 15 hari kunjungan itu, maupun siapa pihak yang menyertainya selama perjalanan.
Sementara itu, beberapa tokoh menilai kejelasan soal transparansi penggunaan anggaran negara perlu ditegakkan.
KPK belum memberikan keterangan resmi apakah akan membuka penyelidikan atas kasus ini.
Namun publik menanti transparansi lebih lanjut: apakah benar perjalanan Tina dibiayai negara, dan apa urgensi “misi budaya” ini bagi pengembangan UMKM Indonesia? (kid)
Editor : Nur Wachid